Pelindo Kupang : Jadwal Kapal Diatur Sistem "Windows"
Jumat, 27 Oktober 2017 15:26 WIB
Kupang (Antara Sulsel) - General Manager PT Pelindo III Tenau Kupang I Putu Sukadana, mengatakan pihaknya segera menerapkan "sistem windows" untuk mengatur kedatangan kapal-kapal kontainer ke Pelabuhan Tenau Kupang, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur.
"Minggu lalu kami telah rapat dan meminta kepada pihak "Shipping Line" untuk atur kedatangan kapal ke Kupang, kami akan menerapkan sistem "windows"," katanya saat dihubungi Antara di Kupang, Jumat.
Sukadana menjelaskan, sistem "windows" yaitu suatu sistem pengaturan kedatangan kapal secara terjadwal, seperti halnya pesawat terbang.
Menurutnya, keuntungan penerapan sistem tersebut dapat memberikan kepastian jadwal tiba kapal kepada pengguna jasa sehingga dapat dipersiapkan dengan baik.
"Dengan begitu pengguna jasa atau pengusaha sudah mengetahui kapan barang-barangnya akan tiba di Kupang dan kapan akan diangkut," katanya.
Menurut Sukadana, keterlambatan aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tenau yang terjadi disebabkan karena beberapa kapal kontainer bisa tiba pada saat bersamaan.
Sementara itu, tambatan tempat berlabuhnya kapal masih terbatas sehingga bisa menimbulkan antrian ketika kapal-kapal datang bersamaan, katanya.
Ia menjelaskan, saat ini Pelindo menyediakan dua tambatan dengan kondisi rata-rata kapal yang tiba dalam satu minggu sebanyak lima kapal.
"Jika rata-rata dalam satu hari hanya satu kapal yang masuk, berarti masih tersisah dua hari yang kosong dalam seminggu sehingga kalau jadwal kapal diatur dengan baik maka tidak akan menimbulkan antrian," katanya
Ia menambahkan, saat ini Pelindo mengoperasikan dua "crane" (alat bongka muat) di Pelabuhan Tenau dengan kapasitas bongkar mencapai 25 box hingga 27 box per "crane" per jam.
"Tentu dibandingkan dengan alat kapal lain dengan metode sling hanya maksimal sembilan box per "crane" per jam tergantung jenis alatnya," katanya.
Ia mengatakan, penerapan sistem penjadwalan didukung dengan peralatan "crane" yang ada ke depannya tidak menimbulkan antrian kapal yang masuk ke pelabuhan sehingga tidak menimbulkan biaya yang tinggi bagi pemilik barang.
"Minggu lalu kami telah rapat dan meminta kepada pihak "Shipping Line" untuk atur kedatangan kapal ke Kupang, kami akan menerapkan sistem "windows"," katanya saat dihubungi Antara di Kupang, Jumat.
Sukadana menjelaskan, sistem "windows" yaitu suatu sistem pengaturan kedatangan kapal secara terjadwal, seperti halnya pesawat terbang.
Menurutnya, keuntungan penerapan sistem tersebut dapat memberikan kepastian jadwal tiba kapal kepada pengguna jasa sehingga dapat dipersiapkan dengan baik.
"Dengan begitu pengguna jasa atau pengusaha sudah mengetahui kapan barang-barangnya akan tiba di Kupang dan kapan akan diangkut," katanya.
Menurut Sukadana, keterlambatan aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tenau yang terjadi disebabkan karena beberapa kapal kontainer bisa tiba pada saat bersamaan.
Sementara itu, tambatan tempat berlabuhnya kapal masih terbatas sehingga bisa menimbulkan antrian ketika kapal-kapal datang bersamaan, katanya.
Ia menjelaskan, saat ini Pelindo menyediakan dua tambatan dengan kondisi rata-rata kapal yang tiba dalam satu minggu sebanyak lima kapal.
"Jika rata-rata dalam satu hari hanya satu kapal yang masuk, berarti masih tersisah dua hari yang kosong dalam seminggu sehingga kalau jadwal kapal diatur dengan baik maka tidak akan menimbulkan antrian," katanya
Ia menambahkan, saat ini Pelindo mengoperasikan dua "crane" (alat bongka muat) di Pelabuhan Tenau dengan kapasitas bongkar mencapai 25 box hingga 27 box per "crane" per jam.
"Tentu dibandingkan dengan alat kapal lain dengan metode sling hanya maksimal sembilan box per "crane" per jam tergantung jenis alatnya," katanya.
Ia mengatakan, penerapan sistem penjadwalan didukung dengan peralatan "crane" yang ada ke depannya tidak menimbulkan antrian kapal yang masuk ke pelabuhan sehingga tidak menimbulkan biaya yang tinggi bagi pemilik barang.
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polda NTT sebut tidak ada aktivitas tambang emas ilegal di kawasan TN Komodo
02 December 2025 12:59 WIB
Erupsi Gunung Lewotobi, Delapan pesawat batalkan penerbangan ke Flores dan Lembata NTT
08 July 2025 12:57 WIB
Uskup ajak seluruh lapisan masyarakat suskeskan Semana Santa 2025 di Larantuka NTT
17 April 2025 15:22 WIB
Guru pelaku pelecehan seksual anak di Kupang terancam hukuman 15 tahun penjara
07 January 2025 13:45 WIB, 2025
Terpopuler - Sejagat
Lihat Juga
PM Anwar tolak desakan oposisi soal isu penyerahan lahan di perbatasan Sabah-Kalimantan ke Indonesia
31 January 2026 6:15 WIB
Meski cuaca buruk, Basarnas lanjutkan cari korban kecelakaan pesawat di Bulusaraung
21 January 2026 4:43 WIB
Warga binaan di Sulawesi Selatan hasilkan 2,6 ton bahan pangan saat panen raya
16 January 2026 19:32 WIB
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad dilarikan ke rumah sakit usai terjatuh
06 January 2026 11:22 WIB
Mantan PM Malaysia Najib Razak dijatuhi hukuman 15 tahun penjara atas 25 dakwaan
27 December 2025 6:20 WIB
PM Malaysia Anwar Ibrahim sebut kabinetnya perlu libatkan banyak tokoh muda
18 December 2025 6:58 WIB