Makassar (ANTARA Sulsel) - Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) Makassar menangani rata-rata 200 pasien Tuberculosis (Tb) per bulan, dengan jumlah penderita baru sebanyak 5 - 10 orang per hari.
"Mereka yang datang ke BBKPM Makassar umumnya untuk melakukan pengobatan rutin, namun ada pula diantaranya adalah pasien baru yang ingin memeriksakan kondisinya apakah terjangkit kuman Tb atau tidak," kata Kepala Bidang Pelayanan BBKPM Makassar, Hj Aminah Nai di Makassar, Selasa.
Dia mengatakan, untuk pendeteksian seorang pasien mengidap Tb, BBKPM yang lingkup kerjanya sebanyak sepuluh provinsi di Kawasan Timur Indonesia ini, sudah memiliki laboratorium khusus yang dapat mendeteksi sputums (SPS) atau dahak secara cepat dan akurat.
"Dengan tiga kali pemeriksaan SPS, seseorang sudah bisa diketahui apakah mengidap Tb atau tidak," katanya.
pabila dari hasil pemeriksaan SPS tersebut, lanjutnya, pasien ternyata positif Tb, maka akan diberikan pengobatan selama dua bulan secara rutin dengan terapi obat. Setelah dua bulan, dievaluasi kembali apakah sudah bebas Tb atau belum.
"Jika belum, maka akan dilakukan penambahan pengobatan selama sebulan lagi, dan selanjutnya diperiksa kembali untuk memastikan apakah si pasien sudah benar-benar bebas Tb," kata Aminah.
Lebih jauh dia mengatakan, untuk pelayanan pemeriksaan hingga pengobatan secara rutin, tidak dipungut bayaran. Termasuk jika SPS pasien harus diperiksa di laboratorium Novartis-Eijkman-Hansanuddin-Clinical Research Initiative (NEHCRI) di RS Regional Wahidin. Hal tersebut dibenarkan Dr Nasrum Massi dari NEHCRI.
Dia mengatakan, NEHCRI yang merupakan lembaga penelitian untuk mendeteksi penyakit khususnya Tb dan Dengue merupakan lembaga non profit. Sehingga peneliti atau pun petugas NEHCRI tidak memungut bayaran.
Untuk pendanaan kegiatan penelitian itu, lanjutnya, Novartis yang merupakan perusahaan obat namun mendukung program penelitian di bidang kesehatan, berkonsentrasi penuh mendanai lembaga mitra yang berada di Jakarta maupun di Makassar.
Sementara itu, pelayanan kesehatan gratis, khusus pelayanan penyakit paru atau Tb di BBKPM diakui Daeng Nuru dari Pulau Langkai, Makassar.
Menurut dia, meskipun menempuh perjalanan selama kurang lebih lima jam dengan kapal kayu mengaruhi Perairan Makassar, ia datang memeriksakan diri ke BBKPM.
Alasannya, dari informasi yang diperoleh dari salah seorang anggota keluarganya diketahui jika balai itu menyiapkan layanan gratis, termasuk memberikan obat-obatan untuk mengembalikan kondisi kesehatan pasien.
"Saya batuk-batuk dan asma sudah lebih dari tiga bulan, jadi saya ingin memeriksakan diri apakah positif menderita Tb atau tidak," katanya.
(T.S036/S016)
BBKPM Makassar Tangani 200 Pasien Tuberculosis
Selasa, 20 Oktober 2009 20:58 WIB
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026