Gubernur ajak masyarakat teladani Andi Djemma
Rabu, 24 Januari 2018 22:20 WIB
Datu Luwu Andi Djemma (istimewa)
Makassar (Antaranews Sulsel) - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo mengajak masyarakat untuk meneladani mendiang Datu Luwu Andi Jemma pada acara peringatan Hari Jadi ke-750 Luwu dan Hari Perlawanan ke-72 Rakyat Luwu di Masamba, Luwu Utara, Rabu.
"Betapa besar peran perjuangan rakyat Luwu pada Republik Indonesia dan begitu tegas dan tulusnya Andi Djemma menyatakan sikap kedatuan Luwu berdiri di belakang proklamasi dan menjadi bagian dari Republik Indonesia, mari kita teladani semangat dan nilai juang ini," kata Syahrul.
Menurut Syahrul esensi momen bersejarah Hari Jadi Luwu ini adalah mencontoh kepeloporan para pejuang dan pemimpin masa lalu dan bangga terhadap apa yang telah dicapai oleh mereka.
"Demikian juga dengan saya. Mungkin ini karena ayah saya, HM Yasin Limpo tidak pernah berpisah dengan Andi Djemma, kalau begitu ini bagian dari perayaan adalah kita diajak menghadirkan kebesaran Luwu," katanya.
Hari jadi ke-750, menurut Syahrul, menjadi kristalisasi dari apa yang ada di masa lalu untuk dihadirkan hari ini oleh generasi mendatang.
Kerajaan Luwu, kata Syahrul, juga memiliki peran penting dimasa lalu yang juga mewarnai kehidupan masyarakat Sulsel saat ini.
"Di Luwu, syiar Islam pertama kali dihadirkan di kawasan timur Indonesia, kerajaan dan kedatuan Luwu menghadirkan kerjaan lain di Sulsel seperti kerajaan Gowa, Kerajaan Bone dan Kerajaan Soppeng. Kitab La Galigo juga menjadi warisan dunia," urai Syahrul.
Selain itu, Ia juga menjelaskan begitu banyak sumbangan Kedatuan Luwu bukan hanya untuk Sulsel dan Indonesia tetapi di mancanegara. Dari catatnya terdapat delapan kesultanan di Malaysia memiliki darah keturunan Luwu, Thailand dan Philipina juga memiliki pimpinan keturunan Luwu.
Baginya arti pahlawan dalam konteks saat ini adalah mereka yang melakukan sesuatu yang lebih dari tugas dan tanggung jawabnya.
"Kita pahlawan jika berbuat lebih dari tugas. Tugasnya cuma lima dia buat seratus," tuturnya.
Nilai-nilai filosofis yang dimiliki Luwu dapat diterapkan saat ini untuk menjaga NKRI tetap utuh.
"Kalau mau negeri ini baik hadirkan kedamaian dan keadilan. Pesan-pesan tersebut hadir di filosofi kebenaran Luwu. kalau mau maju hadirkan kenyataan tersebut," pungkasnya.
"Betapa besar peran perjuangan rakyat Luwu pada Republik Indonesia dan begitu tegas dan tulusnya Andi Djemma menyatakan sikap kedatuan Luwu berdiri di belakang proklamasi dan menjadi bagian dari Republik Indonesia, mari kita teladani semangat dan nilai juang ini," kata Syahrul.
Menurut Syahrul esensi momen bersejarah Hari Jadi Luwu ini adalah mencontoh kepeloporan para pejuang dan pemimpin masa lalu dan bangga terhadap apa yang telah dicapai oleh mereka.
"Demikian juga dengan saya. Mungkin ini karena ayah saya, HM Yasin Limpo tidak pernah berpisah dengan Andi Djemma, kalau begitu ini bagian dari perayaan adalah kita diajak menghadirkan kebesaran Luwu," katanya.
Hari jadi ke-750, menurut Syahrul, menjadi kristalisasi dari apa yang ada di masa lalu untuk dihadirkan hari ini oleh generasi mendatang.
Kerajaan Luwu, kata Syahrul, juga memiliki peran penting dimasa lalu yang juga mewarnai kehidupan masyarakat Sulsel saat ini.
"Di Luwu, syiar Islam pertama kali dihadirkan di kawasan timur Indonesia, kerajaan dan kedatuan Luwu menghadirkan kerjaan lain di Sulsel seperti kerajaan Gowa, Kerajaan Bone dan Kerajaan Soppeng. Kitab La Galigo juga menjadi warisan dunia," urai Syahrul.
Selain itu, Ia juga menjelaskan begitu banyak sumbangan Kedatuan Luwu bukan hanya untuk Sulsel dan Indonesia tetapi di mancanegara. Dari catatnya terdapat delapan kesultanan di Malaysia memiliki darah keturunan Luwu, Thailand dan Philipina juga memiliki pimpinan keturunan Luwu.
Baginya arti pahlawan dalam konteks saat ini adalah mereka yang melakukan sesuatu yang lebih dari tugas dan tanggung jawabnya.
"Kita pahlawan jika berbuat lebih dari tugas. Tugasnya cuma lima dia buat seratus," tuturnya.
Nilai-nilai filosofis yang dimiliki Luwu dapat diterapkan saat ini untuk menjaga NKRI tetap utuh.
"Kalau mau negeri ini baik hadirkan kedamaian dan keadilan. Pesan-pesan tersebut hadir di filosofi kebenaran Luwu. kalau mau maju hadirkan kenyataan tersebut," pungkasnya.
Pewarta : Nurhaya J Panga
Editor : Amirullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PSM Makassar takluk 0-2 saat jamu Bali United, Syahrul dan Ananda kartu merah
10 January 2026 6:00 WIB
KPK panggil Staf Sekjen Kementan periode 2021-2023 terkait kasus dugaan TPPU SYL
07 May 2025 14:04 WIB, 2025
KPK panggil pegawai Visi Law Office sebagai saksi terkait kasus dugaan TPPU Syahrul Yasin Limpo
16 April 2025 14:59 WIB, 2025
Pengacara Febri Diansyah membantah dugaan honor dari SYL merupakan hasil korupsi
22 March 2025 5:55 WIB, 2025
Hakim PN Jaksel menolak gugatan praperadilan terkait kasus Firli Bahuri
18 December 2024 13:21 WIB, 2024
KPK panggil putra SYL sebagai saksi dugaan korupsi pengadaan pemindai xray Kementan
04 September 2024 15:59 WIB, 2024
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Anggota Komisi VIII DPR RI menilai Embarkasi Makassar layak jadi contoh nasional
13 May 2026 10:07 WIB