Legislator usulkan pohon lontar jadi etanol

id Mukhtar tompo,Pohon lontar,Jeneponto,Etanol

Anggota Komisi VII DPR Mukhtar Tompo (Dok pribadi)

Jeneponto (Antaranews Sulsel) - Anggota Komisi VII DPR Mukhtar Tompo menyatakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan datang ke Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan untuk meneliti potensi pohon Lontar yang akan menjadi sumber enegi etanol.

"Saya sudah mendiskusikan potensi pohon Lontar ini dengan Pak Menteri Jonan dan beliau menyambut baik usulannya dengan membentuk tim ahli guna melakukan penelitian lebih lanjut," ujar Mukhtar Tompo di Jeneponto, Minggu.

Ia mengatakan melimpahnya pohon lontar di daerah asalnya di Kabupaten Jeneponto menjadi nilai tambah tersendiri, apalagi masyarakat Sulawesi Selatan sudah lebih mengenal iklim di Jeneponto.

Mukhtar mengungkapkan warga Kabupaten Jeneponto sejak lama telah menjadikan pohon Lontar sebagai salah satu sumber penghasilan. Namun tidak sedikit yang mengambil manfaat positif pohon lontar.

"Pohon lontar itu manfaatnya sangat banyak, ada positifnya dan ada juga negatifnya. Contoh negatif yang banyak di tahu orang itu adalah penghasil ballo fermentasi (tuak khas Sulsel)," katanya.

Dia menambahkan citra buruk mengenai dampak negatif dari produksi minuman ballo yang telah di fermentasi itu lebih banyak dikenal masyarakat ketimbang manfaat positifnya.

Ia menyebutkan salah satu manfaat positifnya adalah potensinya menghasilkan sumber energi terbarukan seperti bioetanol. Bukan cuma itu, nira pohon lontar juga bisa menjadi bioetanol untuk medik.

"Berdasarkan penelitian banyak sekali manfaatnya. Khusus untuk bioetanol medik, ini bisa diproduksi untuk penyediaan kebutuhan rumah sakit, klinik pengobatan, puskesmas, apotek, laboratorium penelitian, penyedia bahan kimia, dan bioenergi bahan bakar lainnya," ucapnya.

Pemaparan mengenai rencana Kementerian ESDM melakukan penelitian di Kabupaten Jeneponto itu disampaikannya dalam pemaparan yang dilakukan dihadapan masyarakat maupun para tokoh agama di kediaman pribadinya.
Pewarta :
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar