Dansat Brimob amankan pemuda dari amukan warga

id Komandan Satuan Brimob ,Polda Sulawesi Selatan ,Kombes Polsi Adeni Muhan,Dansat Brimob amankan pemuda dari amukan warga, Kapolrestabes Makassar,Kombes

Dansat Brimob Polda Sulsel Kombes Pol Adeni Muhan amankan pelaku penyerangan tukang parkir saat diamuk massa di Jalan Hertasning Baru Makassar, Jumat (20/7). (Foto istimewa)

Makassar (Antaranews Sulsel) - Komandan Satuan Brimob Polda Sulawesi Selatan Kombes Polisi Adeni Muhan yang melintas di Jalan Hertasning Baru Makassar mengamankan seorang pemuda mabuk Aldi (18) saat diamuk massa warga setempat.

"Waktu kejadian, Pak Dansat Brimob Kombes Pol. Adeni Muhan melintas di Jalan Hertasning Baru dan melihat banyak orang berkerumun, kemudian turun dari mobilnya dan melihat ada seorang pemuda diamuk massa," kata Kapolrestabes Makassar Kombes Pol. Irwan Anwar di Makassar, Jumat.

Ia menjelaskan kejadian bermula saat pelaku Aldi melintas di Jalan Hertasning Baru sekitar pukul 13.20 Wita sambil mengendarai sepeda motor dan membunyikan kendaraannya dengan keras di depan tukang parkir Jamaluddin alias Jamal (30).

Pelaku yang saat itu terus mengeraskan suara kendaraan bermotornya, kemudian ditegur oleh korban Jamaluddin agar tidak membunyikan kendaraannya dengan kencang.

Namun, teguran itu tidak diterima baik oleh pelaku, kemudian pulang ke rumahnya mengambil sebilah parang. Setibanya di lokasi kejadian, lantas menyerang korban.

"Dengan refleks, korban menghindar dan memeluk pelaku sambil menjatuhkan parangnya," kata Kombes Pol. Irwan Anwar.

Kejadian itu memancing amarah warga lainnya. Mereka beramai-ramai melakukan penganiayaan.

Setelah mengamankan pelaku dan menenangkan warga lainnya, Dansat Brimob Polda Sulsel Kombes Pol. Adeni Muhan mencari tahu permasalahan tersebut sebelum membawanya ke Kantor Polsek Panakkukang Makassar.

"Beruntung karena saat itu Pak Dansat Brimob lewat, kemudian mengamankan pelaku dari amuk massa. Pelaku ini ternyata sedang mabuk dan berhalusinasi karena telah menghisap lem fox," ucap Irwan Anwar.
Pewarta :
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar