
11 siswa Sulbar berlaga di KSM Bengkulu

Mamuju (Antaranews Sulsel) - Sebanyak 11 siswa/siswi Madrasah asal Sulawesi Barat berlaga di ajang Kompetensi Sains Madrasah (KSM) tingkat Nasional yang dilaksanakan di Provinsi Bengkulu, 24-29 September 2018.
"KSM yang ke-7 ini dibuka secara resmi Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin via telecomfrence kemarin (Selasa). Dan hari ini (Rabu) siswa/siswi Sulbar mulai berkompetisi," kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulbar H Muhdin, Rabu.
Kesebelas siswa/siswi Sulawesi Barat yang berlaga di ajang KSM tersebut, adalah Zulfa Amany siswa MIN Simullu yang mengikuti kompetensi bidang studi Matematika, M. Abrisan siswa MI DDI Tandakan Binuang mengikuti kompetensi bidang studi IPA, Huwaidah R siswa MTs Darul Ilmi Sampuang mengikuti lomba Matematika, Anisa Ramadhani siswa MTs Politani Maccirinnar mengikuti lomba IPA.
Selanjutnya Akbar siswa MTsN Binanga Mamuju mengikuti lomba IPS terpadu, Santi siswa MAS AlMuawanah Simullu mengikuti lomba Matematika,? Kasiani siswa MAN 2 Polewali Mandar, Arridah Hamzah siswa MAN 1 Polewali Mandar, Yulianti siswa MA Izzatul Maarif Tappina mengikuti lomba bidang studi Kimia.
Kemudian Nurasia siswa MA pergis Bonde Campalagian mengikuti lomba bidang studi Ekonomi dan Afrisal siswa MA Amaliah Guppi Mamuju yang mengikuti lomba bidang studi Geografi.
"Semoga seluruh peserta yang menjadi duta Provinsi Sulawesi Barat berlaga di ajang bergensi KSM tingkat nasional bisa sukses dan mampu mengharumkan nama baik daerah kita di pentas nasional. Kami ucapkan selamat berjuang para duta dan andalan Sulawesi Barat semoga sukses dan membawa pulang medali," harap Muhdin.
Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan Madrasah Kementerian Agama Ahmad Umar, pada pembukaan dalam laporannya mengatakan, tujuan penyelenggaran KSM 2018 tersebut untuk meningkatkan mutu pembelajaran sains di Madrasah secara komprehensif dan integratif.
Dalam KSM 2018 ini, Kementerian Agama kembali menegaskan tentang pentingnya integrasi sains dan ilmu keislaman dalam pembelajaran.
"Kami berpandangan selama ini proses integrasi itu masih cenderung berkutat pada level ide dan wacana saja. Integrasi sains dan ilmu keislaman ini tidak cukup sekedar wacana. KSM 2018 yang mengusung tema `Integrasi Sains dan Ilmu Keislaman untuk Mewujudkan Madrasah Hebat Bermartabat` ini merupakan bukti dan realisasi dari wacana tersebut," terang Ahmad Umar.
"Dalam even ini kita akan menyaksikan 525 peserta mulai dari tingkat Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, hingga Madrasah Aliyah akan berkompetisi dalam Kompetisi Sains Madrasah (KSM). Di sini pula, kita akan menyaksikan inovasi hasil penelitian paling unggul dari 18 siswa madrasah se-Indonesia," tambahnya.
Pewarta : Amirullah
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
