Logo Header Antaranews Makassar

FORKEIS UIN Alauddin gelar Tabligh Akbar

Jumat, 22 Februari 2019 17:51 WIB
Image Print
Suasana kegiatan tabligh akbar yang digelar FORKEIS UIN Alauddin Makassar di Masjid Syech Yusuf di Sungguminasa Kabupaten Gowa, Jumat (22/2). (Foto Istimewa)

Makassar (Antaranews Sulsel) - Forum Kajian Ekonomi Syariah (FORKEIS) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar menggelar Tabligh Akbar di Mesjid Agung Syech Yusuf di Sungguminasa, Kabupaten Gowa,. Jumat (22/2/2019).

Tabligh akbar merupakan sala satu item kegiatan perayaan "One Decade" FORKEIS UIN Alauddin Makassar, yang mengangkat tema "Ekonomi Syariah Pilar Kemakmuran Bangsa".

Kegiatan takbligh akbar tersebut menghadirkan Muhammad Fakhururrazi Anshar, selaku Ketua Dewan Perwakilan Luar Negeri Wahda Islamiyah di Sudan. Selain itu juga turut hadir Ustad Fakhrurrazi merupakan dai, penulis buku, dan motivator hijrah nasional.

Dalam kegiatan tersebut FORKEIS bekerja sama dengan Rumah Zakat, penggumpulan donasi untuk korban bencana banjir di Sulawesi Selatan.

Ustad Fakhrurrazi menyampaikan dalam ceramahnya bahwa keterpurukan suatu perekonomian karena sistemnya yang bermasalah, seperti alat transaksi, tempat menabung, dan manusia yang bekerja di dalamnya.

"Apa yang menjadi sebab keterpurukan perekonomian saat ini karena sistem yang tidak sesuai syariah, maka dengan pengelolaan perekonomian dengan sistem syariah, kemakmuraan akan dicapai, dengan itu keadilan bisa dilaksanakan," ungkapnya.

Miftahul Khaer selaku Direktur Eksekutif FORKEIS mengatakan bahwa Tabligh akbar dihadiri ratusan orang dari jamaah muslim dan muslimah, dan kegiatan tersebut merupakan rangkaian kegiatan 'one decade' FORKEIS. "Tema yang diangkat pada Tabligh Akbar sesuai dengan jalan dakwah Forkeis, yakni membumikan ekonomi syariah," jelasnya.

Miftahul Khaer juga berharap kegiatan tersebut dapat bermanfaat dan memberikan pemahaman kepada masyarakat umum bahawa ekonomi syariah merupakan alternatif perekonomian di Indonesia.



Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026