
Realisasi Program Pendidikan di Majene 55 Persen

Mamuju (ANTARA Sulsel) - Realisasi fisik program peningkatan pendidikan dan kesehatan yang dicanangkan oleh pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) hingga kini baru tercapai sekitar 55 persen .
Dari 15 program peningkatan ksesibiltas pendidikan dan kesehatan di Majene hingga desember 2009 ini tidak berjalan optimaldan sesuai target, kata anggora DPRD Majene Lukman di Mamuju, Kamis.
"Realisasi fisik program tersebut baru berkisar 55 persen dari total dana Rp34,61 miliar lebih," kata dia.
Lukman menuturkan, jika dilihat dari realisasi program itu, berarti masih ada sisa dana sekitar Rp18.05 miliar lebih.
"Apabila dana itu tidak habis dibelanjakan hingga target yang ditentukan, maka anggaran tahun mendatang dipastikan akan dikurangi karena tidak mampu memanfaatkan dengan baik," tuturnya.
Ia mengatakan, dari 15 program yang dicanangkan pemkab Majene, beberapa diantaranya diperuntukan untuk program wajib belajar pendidikan 9 tahun dengan kisaran Rp20.69 miliar, pendidikan menengah Rp2,18 milyar lebih, pendidikan non formal Rp300 juta, peningkatan mutu pendidikan dan tenaga kependidikan Rp753 juta lebih.
Selain itu, manajemen pelayanan pendidikan Rp230 juta lebih, kesehatan masyarakat Rp126 juta, promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat Rp175 juta, perbekalan kesehatan Rp516 juta lebih dan berbagai program lainnya.
"Rata-rata realisasi program tersebut tidak mencapai hasil maksimal yang hingga kini kisarannya baru mencapai 55 persen," tuturnya.
Dia menambahkan, pihaknya pesimistis program itu mampu memenuhi target, mengingat masa kontrak sudah sangat sempit yang kini telah berada di penghujung 2009.
"Dengan kondisi realisasi yang ada kemungkinan besar realisasi dua program tersebut hanya berkutat pada kisaran 75 persen," kuncinya.
(T.PSO-104/S016)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
