
Nilai Ujian Bukan Jaminan Kelulusan CPNS Sulsel

Makassar (ANTARA Sulsel) - Nilai ujian seleksi tertulis Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkup pemerintah provinsi Sulawesi Selatan belum menjamin tingkat kelulusan peserta ujian.
Menurut Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel, Murny Amien Situru di Makassar, Selasa, walaupun nilai ujian tertulis peserta tinggi, peluang gagal menjadi CPNS masih cukup besar.
"Tahapan pemeriksaan biodata dan LJK (lembar jawaban komputer) bisa saja tidak meluluskan mereka-mereka yang memiliki nilai ujian tinggi," kata dia.
Pemeriksaan melalui proses "scanning" biodata maupun LJK peserta memiliki potensi tidak terbaca komputer dan kondisi ini bisa saja menghambat proses pemeriksaan jawaban dan data-data peserta ujian tertulis.
"Kalau biodata dan LJK-nya bermasalah, dipastikan berkas-berkas mereka tidak diproses," ungkapnya.
Pemeriksaan hasil ujian rencananya digelar 14-20 Desember di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, lembar jawaban komputer (LJK) Pemkot Makassar dilaporkan telah masuk untuk dilakukan pemeriksaan dan verifikasi lebih lanjut.
Dia mengharapkan, proses pemeriksaan ujian CPNS dapat diselelesaikan tepat waktu, sebab tahapan pengumuman pada 23 Desember 2009 akan dilakukan proses pendaftaran ulang kembali.
Pembuatan soal dan pemeriksaan LJK seluruh daerah di Sulsel telah bekerjasama dengan Unhas dan pengumuman akan diupayakan agar di percepat sebelum CPNS dinyatakan lulus sebelum Terhitung Mulai Tugas (TMT).
Berdasarkan laporan BKD Provinsi Sulsel, tingkat kehadiran peserta ujian tertulis seleksi CPNS SUlsel mencapai 80 persen dari jumlah pelamar yang mengikuti ujian sebanyak 8.815 orang. Sebanyak 2.514 dilaporkan tidak mengikuti ujian.
Sebanyak 17 titik di kota Makassar yang telah dijadikan lokasi pelaksanaan ujian tertulis pelamar CPNS di lingkup Pemprov Sulsel seperti SD Pertiwi Jalan Bontolangkasa, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MAN) Model di jalan Sultan Alauddin dan Pesantren IMMIM Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar.
(T.PK-HK/S016)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
