Logo Header Antaranews Makassar

PLN Kendari Jamin Maret 2010 Listrik Normal

Sabtu, 13 Februari 2010 15:19 WIB
Image Print

Kendari (ANTARA News) - PT PLN (persero) Cabang Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), menjamin pada bulan Maret 2010 pemadaman listrik sudah bisa teratasi yaitu sudah kembali normal seperti biasa.

"Dengan pasokan tambahan daya sebesar 5 Mega Watt (MW) yang disewa PLN Cabang Kendari dari Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), diharapkan tidak ada lagi pemadaman," kata Kepala PLN Cabang Kendari, Komang Antana Suyana di Kendari, Sabtu.

Jaminan PLN Cabang Kendari tersebut, diungkapkan setelah Direktur Operasional Indonesia Timur (Dir Opit) PLN Pusat, Vickner Sinaga baru-baru ini berkunjung kesejumlah pembangkit listrik di Kendari.

Menurut Komang, selain jaminan pasokan listrik mesin diesel itu telah berfungsi, juga diharapkan pada mesin PLTD lainnya di Sultra akan terbebas dari krisis listrik.

Apalagi dengan beroperasinya proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Nii Tanase di Kabupaten Konawe sebesar 20 MW yang rencananya akan selasai dikerjakan pada Oktober 2010.

Dalam kunjungan kerja Dir Opit PLN Pusat itu, juga mengharapkan perusahaan yang membangun proyek PLTU itu untuk secepatnya menyelesaikan kegiatannya yang sisa beberapa bulan lagi kedepan.

"Masyarakat sudah cukup lama, sabar menunggu kapan listrik di kota ini akan normal kembali," ucap Komang mengutif pernyataan Vickner Sinaga saat berkunjung ke lokasi pembangunan PLTU itu.

Ia mengemukakan, dalam memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan listrik negara, PLN Kendari tidak akan main-main dalam persoalan listrik terutama dalam pelayanan yang harus benar-benar ditingkatkan demi kepuasan bagi pelanggan.

"PLN optimistis, dengan selesainya proyek PLTU Nii Tanasa itu, keluhan konsumen terhadap pemadaman listrik yang bergilir di kota ini akan bisa teratasi," tutur Komang.

Menurut dia, jika PLTU itu berfungsi maksimal diharapkan tidak ada lagi pemadaman, termasuk daftar tunggu pasang baru bagi konsumen yang kini mencapai belasan ribu itu, sudah bisa terlayani.

Untuk meminimalkan pemadaman, saat ini PLN Kendari juga sudah meminta para pengusaha yang termasuk pengguna daya listrik besar menggunakan genset siang dan malam hari. Namun ini dinilai berat oleh pengusaha, karena biaya operasional mereka meningkat 100 persen untuk membeli solar industri.

"Saya rasa dengan cara seperti itu, pemadaman sementara akan bisa teratasi sambil menunggu proses penyelesaian mesin PLTD 5 MW yang di sewa dari Palopo dan menunggu penyelesaian proyek PLTU Nii Tanase itu selsai," ujar Komang berharap. (T.A056/C004)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026