Logo Header Antaranews Makassar

Pengusaha Minta Masyarakat Hargai Investor

Sabtu, 20 Februari 2010 10:35 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Pengusaha minta masyarakat untuk menghargai investor dan mengharapkan dukungan pemerintah untuk memberikan kemudahan dalam berinvestasi di Makassar.

Harapan itu diungkapkan oleh salah satu pengusaha Sulsel, Aksa Mahmud, Jumat, di Makassar menyusul munculnya berbagai permasalahan yang mengiringi investasi di Makassar.

Salah satu permasalahan yang muncul adalah isu komersialisasi ruang publik atas investasi revitalisasi lapangan Karebosi yang dikelola oleh PT Tosan Permai Lestari.

"Masyarakat harus menghargai orang yang mempertaruhkan bisnisnya untuk berinvestasi di Makassar," ujar pendiri Bosowa Coorporation ini.

Menurutnya, kondisi tidak kondusif seperti munculnya penolakan dari sebagian masyarakat juga sempat dirasakannya ketika perusahaannya membangun jalan tol seksi IV di Makassar.

Direktur Utama PT Tosan Permai Lestari Hasan Basri menegaskan, apapun yang terjadi pihaknya akan tetap berdiri di Makassar.

"Revitalisasi Karebosi adalah atas permintaan tender pemerintah kota Makassar. Ketika tender tersebut dibuka kami coba-coba ikut," katanya.

Ketika proses revitalisasi berjalan, ia sempat berniat untuk mundur karena proyek tersebut terus menuai protes dari sebagian kalangan masyarakat.

Pihaknya minta pemerintah kota Makassar memenuhi penerbitan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) Karebosi demi kepentingan pemerintah dan masyarakat kota Makassar sebagai asetnya.

Ia menegaskan, nilai investasi revitalisasi Karebosi yang dikeluarkan oleh perusahaannya mencapai lebih dari Rp118 miliar. Nilai tersebut belum termasuk investasi pagar di sekelliling lapangan Karebosi senilai Rp2 miliar.

"Karebosi dan lapangannya adalah milik masyarakat, kami hanya ditunjuk mengawasi kebersihan dan keamanan," tegasnya.

Aksa menambahkan, tidak menutup kemungkinan revitalisasi yang terjadi di karebosi bisa dicontoh oleh daerah lain Indonesia.

"Jalan tol dan Karebosi ini akan kembali kepada masyarakat Makassar pada dalam waktu 30 tahun. Jadi tolong, jangan campurkan adukkan politik dan bisnis," ujarnya.

Aksa berencana untuk membicarakan persoalan ini kepada wali kota dan gubernur terutama untuk kemudahan penerbitan HPL bagi pengusaha. "Kalau pemerintah mau membantu pengusaha, keluarkan HPL," ujarnya.

Ia juga minta pemerintah kota untuk mempertimbangkan pemberian penghargaan pada para pengusaha yang telah membangun kota Makassar. (T.KR-RY/S016)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026