Logo Header Antaranews Makassar

Nelayan Wakatobi Tingkatkan Budidaya Teripang

Sabtu, 27 Februari 2010 11:49 WIB
Image Print

Kendari (ANTARA News) - Nelayan di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, akan terus berupaya mempertahankan sekaligus meningkatkan pengembangan budidaya teripang di daerah itu.

"Kalau selama ini, nelayan hanya mengandalkan hasil tangkapan ikan di laut, maka kini sudah mulai mengembangkan hasil dari usaha budidaya teripang," kata Kamaruddin, nelayan yang juga pengusaha pengumpul hasil laut Kecamatan Wanci, di Kendari, Sabtu.

Wakatobi sebagai sebagai daerah hasil pemekaan Kabupaten Buton memiliki prospek pengembangan budidaya teripang dan ikan keramba, karena bernilai cukup mahal dan pangsa pasar sangat menggiurkan baik dalam maupun permintaan pasar luar negeri.

Harga teripang di pasaran untuk kualitas ekspor kini mencapai di atas Rp100 per kg bahkan ada yang mencapai Rp150 per kg. Ada juga teripang kualitas biasa yang dipasarkan antarpulau dengan harga bervariasi antara Rp35.000 hingga Rp75.000/kg

Prospek budidaya teripang di Wakatobi cukup bagus karena seluruh kecamatan di wilayah itu berada pada perairan laut yang diapit beberapa pulau dan teluk dan pasir yang membentang di sepanjang pantai wilayah itu.

Bahkan para pedagang pengumpul dari Kota Kendari dan bahkan dari luar daerah seperti dari Sulawesi Tengah (Sulteng), Sulawesi Selatan dan bahkan datang dari Pulau Jawa sering mendatangi para nelayan di daerah itu untuk mendapatkan teripang dalam jumlah besar.

Usaha budidaya teripang, diakuinya masih sangat sulit dibanding dengan budidaya ikan keramba dan ikan bandeng, namun bila nelayan melakukan dengan sungguh-sunggu maka hasilnya pun akan lebih besar.

Apalagi, usaha budidaya teripang tidak terpengaruh dengan adanya cuaca buruk di perairan, justru pada kondisi cuaca seperti (musim ombak) nelayan justru bisa mendapat hasil yang lebih baik. Namun, nelayan biasanya menghadapi kesulitan dalam permodalan.

Ia berharap instansi terkait lainnya di Wakatobi perlu membantu para nelayan dalam mengatasi kesulitan modal misalnya melalui pemberian pinjaman tampa bunga dengan masa pengembalian jangka waktu tertentu.

Tanpa menyebut produksi teripang yang dihasilkan para nelayan di Wakatobi, namun menurut Kamaruddin, teripang cukup laris dan tidak mengikuti musim seperti perdagangan hasil bumi lainnya. (T.A056/S004)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026