
Penjual Terompet Marak di Makassar

Makassar (ANTARA Sulsel) - Menjelang malam pergantian tahun 2008 ke 2009, penjual terompet marak di Makassar, Sulawesi Selatan.
Pantauan di sepanjang jalan AP. Pettarani Makassar, Rabu malam, para pedagang musiman banyak yang menjual terompet berbagai ukuran dan bermacam bentuk.
Rivai, seorang penjual terompet yang domisili di jalan Malengkeri Makassar mengatakan, jualan terompet menjelang pergantian tahun sudah dijalaninya selama empat tahun.
"Saya menjual terompet di jalan ini karena banyak warga yang lewat sini karena berdekatan dengan pusat perbelanjaan," katanya.
Menurut dia, dengan modal sekitar Rp200 ribu menghasilkan 100 buah terompet dan keuntungannya bisa mencapai Rp300 ribu, terompet dijual Rp10.000/buah.
"Saya hanya membuat terompet dari bahan plastik yang bisa digunakan meskipun hujan, apalagi cuaca Makassar sering berubah-ubah dari cerah menjadi hujan, seperti hari ini, pagi cerah siang tiba-tiba hujan," katanya.
Ukki pedagang terompet lainnya yang tinggal di Banta-bantaeng, yang juga berprofesi sebagai tukang becak mengatakan, jualan terompet untuk tambahan pendapatan.
"Meskipun hanya mendapat komisi Rp1000 sampai Rp2000 per terompet tapi lumayan untuk tambahan pendapatan,"ujarnya.
Terompet yang biasa terbuat dari bahan kertas karton dijual Rp5000/buah, terompet model tabung berbahan plastik Rp10.000/buah, sedangkan terompet model hias bervariasi dari Rp15.000 sampai Rp60.000/buah sesuai bentuk dan ukurannya. (T.PK-HK/F003)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
