
Polisi Diduga Picu Bentrok Warga dengan Mahasiswa

Makassar (ANTARA News) - Mahasiswa di Makassar menduga aparat kepolisian sebagai pemicu bentrokan yang terjadi antara warga dan mahasiswa di depan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar.
Hal itu seperti disampaikan aktifis Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Cabang Makassar, Rizal Ishak Rahman di Makassar, Kamis.
"Warga tidak mungkin melakukan hal-hal seperti itu, jika tidak disusupi aparat," keluhnya.
Korlap aksi unjuk rasa mahasiswa Makassar ini mengaku, polisi telah menggunakan kekuatan warga untuk menutupi kelemahan aparat yang tidak bisa meredam aksi unjuk rasa.
"Menurut kita warga tidak pernah marah, justru yang kesal itu polisi. Karena mereka tidak sanggup, mereka menggunakan warga dengan provokasi, bahkan ada beberapa yang dibayar," ucapnya
Selain itu, dia juga sangat menyayangkan tindakan aparat yang memanfaatkan warga untuk merusak dan melempar sekertariat HMI Makassar yang terletak di Jalan Bontolempangan Makassar. Sebelumnya, puluhan warga disekitar Jalan Sultan Alauddin Makassar saling lempar batu dengan para aktivis mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar di depan kampusnya Jalan Sultan Alauddin Makassar, Kamis sore.
Aksi saling lempar itu diduga karena ratusan warga mulai kesal dengan para mahasiswa yang melakukan pemblokiran jalan sehingga menghambat aktivitas warga.
Polisi yang berada di pertigaan Jalan Sultan Alauddin-AP Pettarani yang melihat kejadian itu mengerahkan kendaraan taktis (Rantis) dan "water canon" milik Polda Sulselbar untuk menenangkan kedua kubu yang bertikai.
Kapolda Sulselbar Irjen Pol Adang Rochjana bersama Wakapolda Brigjen Pol Wisjnu Amat Sastro dan Kapolwiltabes Makassar Kombes Pol Gatta Chairuddin langsung ke lokasi kejadian.
Kapolda yang dibantu Kapolwiltabes dan Kapolres ikut mengingatkan anggotanya untuk tindak bertindak keras dan membalas serangan mahasiswa yang juga ikut menyerangnya.
"Tugas kita sebagai pengayom dan pelindung masyarakat jangan melakukan serangan karena mahasiswa itu adik-adik kita," ungkapnya dihadapan anggotanya. (T.PK-HK/S016)
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
