
Pendapatan Pelindo IV Makassar Capi 124 Persen

Makassar (ANTARA News) - Realisasi pendapatan PT. Pelabuhan Indonesia IV (Persero) mencapai 124 persen dari target triwulan pertama dari sasaran laba tahun ini Rp258 miliar.
Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero), Alfred Natsir di Makassar, Jumat, mengaku target penerimaan laba pelindo yang di tetapkan sebesar Rp258 miliar tahun ini diharapkan mampu terealisasi dengan adanya penambahan fasilitas maupun peningkatan pelayanan pelabuhan IV Makassar untuk mendongkrak realisasi pendapatan hingga akhir tahun ini.
"Memang realisasi laba tahun ini masih kotor, karena penerimaan itu belum dihitung dengan beban operasional yang harus dibayarkan," ucapnya tanpa menyebut pendapatan triwulan pertama.
Pendapatan jasa pelayanan peti kemas diakui telah memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan Pelindo IV yang berada di kisaran 35 persen, kemudian disusul kontribusi pendapatan lainnya yang diperoleh dari jasa biaya pelayanan kapal.
Dia mengaku, pendapatan Pelindo IV mengalami pertumbuhan setiap tahun. Pada 2009 mampu membukukan laba hingga Rp223 miliar dari target sebesar Rp174 miliar.
"Pencapaian laba ini telah menempatkan Pelindo IV berada pada posisi teratas dari persentase peroleh laba selama 2009," ungkapnya.
Pada 2009, BUMN ini berhasil membekukan laba sebesar Rp732,64 miliar atau 114,13 persen dari jumlah anggaran, sementara realisasi biaya usaha sebesar Rp492,04 miliar atau 104,03 persen.
Alfred mengatakan, ada tiga rencana Pelindo IV yang sudah mulai berjalan tahun ini, yaitu menciptakan kargo, menciptakan kunjungan kapal-kapal baru, serta penetrasi ke pelabuhan-pelabuhan yang sebelumnya tidak dikelola.
Untuk pelabuhan peti kemas Makassar sendiri jelas dia, kapasitas terpasangnya saat ini mencapai 500.000 teus (unit) per tahun, sementara tahun lalu peti kemas yang melalui pelabuhan peti kemas Makassar, baru mencapai 378.000 teus per tahun.
"Itu berarti pelabuhan peti kemas Makassar masih membutuhkan penambahan, karena permintaan peti kemas terus tumbuh sekitar 10 - 20 persen setiap tahun," ujarnya. (T.KR-HK/S016)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
