Kesadaran pengayuh perahu rendah terhadap keselamatan

id Polda Kalsel,Ditlantas Polda Kalsel, pasar terapung, baju pelampung, sungai martapura

Kesadaran pengayuh perahu rendah terhadap keselamatan

Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Kalsel AKBP Dra Nina Rahmi saat membagikan baju pelampung kepada pedagang Pasar Terapung. (ANTARA/firman)

Banjarmasin (ANTARA) - Kesadaran para pengayuh perahu di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan masih rendah untuk mengutamakan keselamatan, terbukti dari tidak digunakannya alat keselamatan seperti baju pelampung (life jacket).

Hal itu membuat Direktorat Lalu Lintas Polda Kalimantan Selatan turut prihatin. Untuk itu, para Polantas yang dikomando Direktur Lalu Lintas Polda Kalsel Kombes Pol Muji Ediyanto, kerap membagikan baju pelampung kepada warga yang kesehariannya banyak beraktivitas di sungai.

"Jadi di samping urusan lalu lintas di jalan raya, kami juga menaruh perhatian terhadap moda transportasi di sungai yang faktanya sangat minim peralatan keselamatannya," terang Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Kalsel AKBP Dra Nina Rahmi di Banjarmasin, Jumat.

Salah satu lokasi yang dijadikan sasaran Ditlantas dalam pembagian baju pelampung yaitu di Pasar Terapung Sungai Martapura kawasan Siring Menara Pandang Jalan Kapten Piere Tendean Banjarmasin.

Di lokasi tersebut banyak terdapat ibu-ibu pedagang Pasar Terapung yang mengayuh perahu kecil atau dalam bahasa Banjar disebut jukung.

"Kami mengedukasi warga yang banyak beraktivitas di sungai agar selalu berhati-hati dan mengutamakan faktor keselamatan," jelas Nina.

Meski diakui Nina, hampir seluruh dari ibu-ibu pedagang Pasar Terapung atau pengayuh perahu itu bisa berenang. Namun, kondisi usia yang tak lagi muda karena sebagian juga lansia, maka sangat dikhawatirkan tidak mampu lagi sigap dalam kondisi tertentu seperti misalnya terjadi laka air hingga perahu terbalik.

"Makanya penting sekali baju pelampung untuk selalu digunakan untuk meminimalisir fatalitas akibat laka air. Paling tidak, korban tak akan tenggelam dan mudah untuk diselamatkan jika terjadi sesuatu tak diinginkan," tandas Nina.
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar