Logo Header Antaranews Makassar

Dinkes Bantaeng Antisipasi Korban Gigitan Anjing

Sabtu, 22 Mei 2010 13:35 WIB
Image Print

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan mengantisipasi korban gigitan anjing yang terus meningkat. Hingga Mei, jumlah korban gigitan anjing mencapai 49 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng dr Hj Takudaeng di Bantaeng, Jumat, mengatakan, jumlah korban terbanyak sejak Januari berada pada bulan Mei 2010.

Khusus bulan kelima 2010 ini, jumlah korban gigitan anjing mencapai 18 orang. Karena itu, Dinas Kesehatan menyiagakan seluruh Puskesmas bekerjasama sektor terkait, terutama Dinas Pertanian dan Peternakan.

Dinas Kesehatan juga menyiapkan tenaga terlatih yang khusus menangani vaksin rabies untuk mencegah kemungkinan berjangkitnya penyakit tersebut.

Menurut dia, hingga kini belum ditemukan korban meninggal akibat gigitan anjing tersebut karena langsung ditangani secara baik.

Ia mengimbau masyarakat secepatnya membawa korban ke Puskesmas terdekat bila ditemukan kasus gigitan anjing. "Kami sudah menyiapkan tenaga terlatih khusus menangani korban gigitan anjing tanpa dipungut biaya," terangnya.

Dia mengatakan, untuk penanganan korban gigitan anjing, harus tenaga terlatih karena penanganan kasus rabies memiliki tahapan dan interval tesendiri. Bila salah, korban bisa menderita rabies, urainya.

Tentang penanganan di Puskesmas dan Rumah Sakit, ia mengatakan, merupakan tindakan pencegahan awal melalui suntikan dan pembersihan, sedang untuk vaksinnya dilakukan pada Dinas Kesehatan.

Untuk menentukan apakah anjing tersebut membawa penyakit rabies atau tidak, dia meminta masyarakat mengurung anjing yang sudah menggigit.

"Bila anjing tersebut menderita rabies, dia akan mati sendiri dalam sepekan," urainya seraya mengemukakan reaksi yang ditimbulkan rabies menyebabkan penderita mengalami kejang-kejang.

Untuk mencegah penyebaran virus rabies itulah, penderita harus divaksin. "Kalau hanya disuntik, bisa saja virusnya tetap menjalar dan dalam waktu sebulan, rabies menyerang otak penderita," urainya.(T.KR-AAT/F003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026