Logo Header Antaranews Makassar

60 Desa di Bantaeng Dapat Dana PUAP

Selasa, 1 Juni 2010 21:33 WIB
Image Print

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - sudah 60 desa dari 67 desa yang ada di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan mendapat dana dari Program Agribisnis Usaha Pedesaan (PUAP).

Bupati Bantaeng, HM Nurdin Abdullah, ketika meresmikan Sekretariat Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kecamatan Tompo Bulu di Desa Bonto-bontoa, Selasa, bertekad seluruh desa hingga akhir tahun ini memperoleh program tersebut.

"Hingga akhir tahun ini, seluruh desa di Kabupaten Bantaeng sudah mendapat program PUAP," tandasnya. Ini penting, lanjut Bupati, sebab 74 persen masyarakat Bantaeng bergantung pada sektor pertanian.

Selain PUAP yang menyediakan Rp100 juta/desa, Pemda juga sudah membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dibekali modal awal masing-masing Rp100 juta. Kehadiran BUMDes membantu masyarakat memenuhi kebutuhannya.

Karena itulah, ia berharap Gapoktan dan BUMDes bisa bersinergi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Pertumbuhan ekonomi daerah ini cukup drastis dan berada di atas rata-rata nasional dan provinsi.

Pertumbuhan itu dari 5,3 persen menjadi 7,5 persen. Pertumbuhan tersebut karena keberhasilan program pertanian yang rata-rata mencapai dua kali lipat, ucap Bupati.

Bahkan, lanjutnya, beberapa daerah sudah belajar di Bantaeng, terutama untuk pengembangan tanaman talas yang merupakan tanaman bernilai ekonomi tinggi.

Tanaman ini memiliki prospek pasar yang baik, terutama ke Jepang. Selain talas, ikan olahan (Surimi) beku juga sudah diekspor ke negeri Matahari Terbit tersebut.

Sedang untuk biji kapuk, Bantaeng sudah mengekspor rata-rata 300 ton/bulan ke Korea. Ketiga komoditi ekspor tersebut tak hanya menghidupkan petani dan nelayan di Sulsel, tetapi juga dari provinsi lainnya.

Tentang dana Rp1 miliar, Bupati kembali menegaskan, dana tersebut bukan untuk dibagi-bagikan tetapi harus melalui perencanaan yang matang yang pelaksanaannya digandengkan melalui program SKPD terkait.

Kenyataan di lapangan, tak hanya Rp1 miliar sebab ada desa yang mendapat Rp7 miliar (di Bonto Lojong) bahkan ada yang mencapai puluhan miliar (di Bissappu), urainya seraya mengemukakan kemungkinan program tersebut menjadi program nasional.

Sebelumnya, Ketua Program PUAP, Prof Dr Ir Kristianto Lopulipu, mengatakan, pengembangan usaha agrobisnis melalui PUAP diharapkan meningkatkan produksi pertanian.

Karena itu, ia berharap lebih banyak lagi desa yang akan memperoleh dana dari program ini. Di Sulsel, terang Kristianto, sudah mengajukan 700 desa dan diharapkan dalam tiga tahun sudah mencapai seribuan desa.

Dengan potensi yang ada di desa diharapkan dapat dimenej dengan baik. Untuk itu, Universitas Hasanuddin (Unhas) bekerjasama dengan Kementerian Pertanian sudah menurunkan 12 orang Sarjana Pembina Agribisnis (Sarbina).

Khusus Kabupaten Bantaeng, Sarbina membina Kelompok Tani (Poktan) dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) pada enam kecamatan dari delapan kecamatan di kabupaten berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini.

Para Sarbina membina penguatan organisasi, manajemen, manajemen keuangan hingga pengembangan usaha Poktan dan Gapoktan, ujarnya.(T.KR-AAT/M012)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026