
Nelayan Diminta Menjaga Terumbu Karang

Makassar (ANTARA News) - Direktorat Kepolisian Perairan (Ditpolair) Polda Sulawesi Selatan dan Barat meminta kepada nelayan untuk menjaga terumbu karang khususnya bagi para nelayan yang kerap diduga melakukan pengeboman ikan.
"Harapan kami, para nelayan di kepulauan supaya menjaga keindahan terumbu karang dengan tidak menggunakan bahan peledak saat menangkap ikan," kata Direktur Polair Kombes Pol Agus Sutikno kepada nelayan pulau Barranglompo, Makassar, Senin.
Ia mengatakan, kegiatan yang dilakukannya merupakan bagian dari program Polri yakni "Quick Wins" Sambang Nusa.
Pulau terluar yang masuk wilayah Kota Makassar menjadi sasaran patroli adalah Pulau Barranglompo, Barrangcaddi, Kodingareng, Bonetambung, Lumu-lumu, Langkae, dan Pulau Lanjukang.
Sebanyak 147 orang nelayan tradisional di pulau-pulau tersebut dikumpulkan untuk diberikan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga terumbu karang.
Para nelayan diajarkan tentang cara menangkap ikan yang baik dan benar seta tidak menggunakan bahan peledak, obat bius dan tidak merusak biota di laut.
Selain itu juga dilakukan penyuluhan pemeliharaan terumbu karang dan membuat jaringan informasi kepada tokoh-tokoh masyarakat, adat, agama yang peduli dengan lingkungan. Sehingga, membuat situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) wilayah perairan kondusif.
Karena itu, peran serta dari seluruh masyarakat nelayan maupun masyarakat umum lainnya sangat diharapkan untuk menjaga dan mengawasi kemungkinan adanya aktivitas pengrusakan terumbu karang yang ada di perairan.
"Jika nanti ada nelayan tradisional menemukan hal-hal yang mencurigakan sewaktu mencari ikan di laut segera melaporkan kepada petugas kepolisian terdekat," katanya. (T.KR-MH/Z002)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
