Logo Header Antaranews Makassar

Mamuju Kembali Dilanda Banjir

Senin, 21 Juni 2010 10:36 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA News) - Sebagian wilayah Mamuju ibukota Sulawesi Barat kembali dilanda banjir setelah diguyur hujan dan angin kencang sejak Minggu siang hingga malam hari.

Pemantauan di Mamuju, hujan yang terjadi sejak pukul 13.00 Wita hingga saat ini belum berhenti, mengakibatkan sebagian besar pemukiman padat penduduk di daerah ini terendam air yang mencapai 30 centimeter.

Selain merendam pemukiman warga, puluhan spanduk cabup-cawabup yang akan berkompetisi di Pilkada Mamuju, terpaksa porak-poranda akibat dihantam badai angin kencang.

Bukan hanya spanduk cabup-cawabup yang ikut bertumbangan, namun, sebagian spanduk iklan perusahaan rokok yang terpajang sepanjang pantai Manakarra juga ikut terbongkar.

Junaedi, (32 thn) warga BTN AMPI Mamuju, mengungkapkan, hujan yang terjadi sejak siang hingga malam hari mengakibatkan ketinggian air mulai bergerak naik, bahkan telah mencapai setinggi lutut dewasa atau sekira 30 centimeter.

"Kami mulai cemas melihat kondisi intensitas curah hujan yang begitu tinggi, jika hujan terus berlanjut, maka khawatir daerah kami pasti dilanda banjir," kata dia.

Ia mengungkapkan, warga kompleks BTN AMPI sudah terbiasa dengan kondisi banjir karena telah menjadi langganan setiap tahun jika curah hujan tinggi.

"Banjir yang terjadi di pemukiman BTN AMPI ini diperparah karena saluran pembuangan air tidak lancar, sehingga air dengan mudah meluap hingga menggenangi rumah warga," ucapnya.

Dia berharap, pemerintah kabupaten Mamuju segera mencari solusi yang bijak, sehingga masyarakat di daerah ini tidak mudah terkena bencana banjir.

Selain banjir terjadi di wilayah perkotaan di Mamuju, beberapa ibu kota kecamatan juga mengalami hal yang sama seperti daerah kecamatan Topoyyo, Kalukku, Papalang, dan beberapa kecamatan lainnya.

Amran, warga dusun Pancasila, Kecamatan Papalang, Mamuju, yang baru-baru ini wilayahnya dilanda banjir dan longsor mengatakan, bencana banjir dan longsor kembali menghantui warga.

"Warga malam ini terpaksa melakukan ronda malam, karena khwatir bahaya banjir kembali melanda daerahnya," katanya.

Dikatakannya, sebagian korban banjir tiga pekan lalu kembali dihantui rasa cemas karena intensitas hujan kembali tinggi, apalagi, air sungai kembali meluap dan berpotensi terjadi banjir.
(T.KR-ACO/S016)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026