Logo Header Antaranews Makassar

Kapal Barang dari Makassar Terdampar di Wulanggitang

Selasa, 13 Januari 2009 05:32 WIB
Image Print

Kupang (ANTARA Sulsel) - Sebuah kapal barang dari Makassar, yang mengangkut 6.000 ton semen Bosowa tujuan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), terdampar di Pantai Watobuku, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur di Pulau Flores.

KM Meina dihantam gelombang besar di wilayah sekitar perairan Laut Sawu dalam pelayaran dari Makassar pada Minggu (11/1) yang menyebabkan bagian palka kapal barang itu bocor sehingga kemasukan air laut dan memilih berlabuh di pulau terdekat.

Kapolsek Wulanggitang, Aipda I Made Sunama dan Wakil Bupati Flores Timur, Yoseph Laga Doni Herin, Selasa, membenarkan hal itu dan menambahkan bahwa mereka sedang berada di lokasi terdamparnya kapal tersebut di Pantai Watobuku setelah menerima laporan dari masyarakat tentang kejadian itu.

"Saya dan Kapolsek Wulanggitang sedang berada di lokasi terdamparnya kapal. Kapal barang itu terdampar pada Minggu (11/1) malam karena mengalami kebocoran di bagian palka," kata Yosni Herin--demikian Wakil Bupati Flores Timur biasa disapa--yang dibenarkan pula oleh Kapolsek Wulanggitang, Aipda I Made Sunama.

Sunama mengatakan, kapal tersebut sudah kemasukan air laut sehingga merusak semua barang bawaan, termasuk di antaranya 6.000 ton semen Bosowa yang hendak diantarpulaukan ke Kupang.

Berdasarkan keterangan para anak buah kapal (ABK), tambahnya, kapal tersebut dihantam gelombang besar ketika memasuki wilayah perairan Laut Sawu.

Bagian palka kapal mengalami kebocoran sehingga air laut mulai perlahan-lahan masuk ke dalam tubuh kapal.

Nahkoda KM Meina, Anton Kaiseipo asal Papua, tambahnya, akhirnya memutar haluan kapal dan mencari pulau terdekat untuk melabuhkan kapal tersebut guna menghindari terjadinya kecelakaan.

Haluan kapal langsung diarahkan menuju Pulau Flores sampai akhirnya terdampar di Pantai Watobuku, Desa Waiula, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur di Pulau Flores bagian timur, katanya mengutip keterangan ABK.

Saat ini, tambah Sunama, para ABK sedang melakukan penyeleman untuk mencari sumber kebocoran guna melakukan penambatan.

Ia menambahkan, kapal barang itu bertolak dari Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan pada 6 Januari lalu dengan mengangkut sekitar 6.000 ton semen Bosowa tujuan Kupang.

Ancaman gelombang di wilayah perairan pantai tersebut, kata dia, cukup besar sehingga membuat posisi kapal yang sebelumnya menghadap pantai berubah posisi jadi melintang.

Pemilik kapal asal Surabaya, Jawa Timur, kata Kapolsek Wulanggitang, sudah tiba dilokasi bersama sejumlah penyelam untuk mengecek bagian palka kapal yang mengalami kebocoran itu.(T.L003/C001)