Logo Header Antaranews Makassar

Stok darah PMI Kota Makassar surplus

Jumat, 31 Januari 2020 19:23 WIB
Image Print
Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Makassar Syamsu Rizal MI (kiri) saat menyampaikan pidato usai dilantik di Balai Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (31/1/2020). ANTARA/Darwin Fatir.
Stok darah saat ini ada 1.600 lebih kantong. Kalau dihitung kebutuhan sehari bisa mencapai 150 kantong...

Makassar (ANTARA) - Stok kantong darah di kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Makassar, Sulawesi Selatan mengalami surplus atau melebihi ketahanan, hal itu dikarenakan sosialisasi yang massif kepada masyarakat dibantu relawan dan organisasi kepemudaan untuk mendapatkan pendonor.

"Stok darah saat ini ada 1.600 lebih kantong. Kalau dihitung kebutuhan sehari bisa mencapai 150 kantong, artinya bisa bertahan sampai 10 hari ke depan," sebut Ketua PMI Kota Makassar, Syamsu Rizal MI usai dilantik di Balai Kota Makassar, Jumat.

Meski demikian, dengan stok tersebut secara nasional ketahanan, kata dia, hanya bisa bertahan sampai empat hari dan bila menggunakan standar World Health Organization, (WHO) itu hanya bertahan dua hari.

Kendati dari jumlah kantong darah 1.600 yang terkumpul tersebut bertahan 10 hari, tetapi itu bukan menjadi patokan. Karena ada beberapa jenis darah dan tidak semua terpenuhi bila ada permintaan.

Empat Jenis darah biasanya dikenal seperti darah A, B, O dan AB, tapi ada beberapa turunannya jenisnya yakni A+, A-, B+, B-, AB+, AB-, O+ dan O-. Sehingga dari jumlah tersebut tidak semua terpenuhi jenisnya.

"Memang banyak, tapi secara fisik, ada yang kadang-kadang tidak ada trombositnya, plasmanya, sel darah merahnya dan darah lengkap. Jadi tidak bisa dikatakan banyak stok tapi kemudian ada tetapi tidak ada jenisnya," ungkap mantan Wakil Wali Kota Makassar itu.

Selain itu, kadangkala stok sangat banyak, tapi bisa langsung berkurang ketika ada kejadian luar biasa seperti pandemi, kecelakaan di luar kota yang membutuhkan banyak kantong darah.

Sedangkan untuk penyimpanan stok di bank darah di kantor PMI Makassar telah disiapkan freezer atau lemari pendingin khusus, dengan kapasitasnya hanya seribu. Dengan jumlah 1.600 kantong darah yang ada, tentu sangat baik hanya saja ada plus minusnya.

"Dengan jumlah segitu tentu kapasitas freezer tidak mampu, sehingga akan menurunkan kualitasnya dan waktu kadaluarsa menjadi pendek, yang harusnya bertahan bisa dua minggu karena suhu tidak seimbang. Tapi kita sudah atur manajemennya," ungkap pria akrab disapa Deng Ical yang menjabat tiga periode menjadi ketua PMI Makassar ini.

Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sulawesi Selatan, Adnan Purichta Ichsan Yasin Limpo (kiri) saat melantik Ketua PMI Makassar Syamsu Rizal MI (depan kanan) bersama jajaran pengurusnya di Balai Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (31/1/2020). ANTARA/Darwin Fatir.


Ketua PMI Sulsel Adnan Purichta Ichsan Yasin Limpo dalam sambutannya saat pelantikan pengurus PMI Makassar mengatakan, pihaknya mendukung penuh langkah pengurus untuk terus bekerja untuk kemanusiaan.

"PMI bukan organisasi profit apalagi mencari keuntungan, tapi bagaimana kita bekerja sosial. Tidak ada keuntungan tapi akan menjadi amal jariyah bila membatu sesama. Saya yakin dan percaya koordinasi yang dibangun dengan baik bersama stakeholder maka organisasi ini akan selalu dibutuhkan kehadirannya oleh masyarakat," ucap Adnan.

Bupati Kabupaten Gowa ini menambahkan, ada banyak manfaat bila rutin mendonorkan darah, bukan hanya tubuh menjadi sehat, tapi darah pendonor juga sangat dibutuhkan. Sebab, setetes darah yang dikeluarkan akan sangat dibutuhkan membatu orang-orang yang memerlukannya.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026