Logo Header Antaranews Makassar

Bupati Bantaeng Tutup TMMD ke-84

Selasa, 29 Juni 2010 05:35 WIB
Image Print

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Setelah melakukan berbagai kegiatan selama 20 hari, kegiatan Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-84 akhirnya ditutup dalam sebuah upacara yang dipimpin Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah di lapangan Lompobattang, Bantaeng, Senin.

Penutupan TMMD tersebut dihadiri Danrem 141 Toddopuli Kol Inf M Nur, Dandim 1424 Sinjai Letkol Inf Steve Sinaulan, Dandim 1407 Bone Letkol Inf Heron Dominikus dan unsur Muspida di daerah ini.

Sebagai tanda berakhirnya TMMD ke-84 tersebut Bupati Bantaeng menanggalkan pita peserta yang diikuti 150 personil TNI Angkatan Darat, Laut, Udara dan Kepolisian.

TMMD kali ini berhasil membangun sejumlah fasilitas fisik dan non fisik termasuk membuka isolasi desa di tiga kecamatan melalui pembangunan jalan desa sepanjang 2,2 kilometer.

Jalan tersebut membentang dari Panring-Panring Desa Bonto Lojong, Kecamatan Ulu Ere ke Bonto Buakang, Desa Kayu Loe, Kecamatan Bantaeng dan Bonto Jonga Desa Pabubungang, Kecamatan Ere Merasa.

Selama TMMD berlangsung, personil TNI juga membangun masjid, melakukan penyuluhan wawasan kebangsaan, pelayanan kesehatan gratis, penyuluhan narkoba, serta penyuluhan UU Lalulintas dan Kesbang Linmas, terang Komandan Kodim 1410 Bantaeng Letkol Sidik.

Bupati Bantaeng menyambut baik perhatian TNI yang telah membaktikan diri mengambil bagian dalam pembangunan di daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini.

"Saya menyatakan terima kasih dan berharap keikutsertaan TNI membangun desa tetap berlanjut," pinta Bupati yang juga membacakan amanat Pangdam VII Wirabuana Mayjen TNI Hari Krisnomo.

Pangdam VII Wirabuana memuji partisipasi masyarakat yang membantu kelancaran pelaksanaan TMMD hingga dapat menyelesaikan sasaran.

"Dengan semangat yang tinggi dan gotong royong, semua kegiatan terlaksana baik. Kegiatan bersama itu merupakan bukti kemanunggalan TNI dan rakyat," tambahnya.

Menurut Pangdam, kerjasama antara TNI dan Pemda dalam bentuk TMMD dilakukan di berbagai daerah di Sulawesi Selatan. Kegiatan ini dinilai penting untuk menunjang pembangunan, baik dalam bentuk fisik, sarana/prasarana maupun non-fisik.

Pangdam berharap, kegiatan TMMD dapat dirasakan manfaatnya untuk kemajuan desa dan sekitarnya serta dapat menggugah kesadaran masyarakat untuk membangun daerah untuk juga menunjang masyarakat dalam menjalankan kehidupannya secara aman, nyaman dan sejahtera, sekaligus mendekatkan TNI dan rakyat sebagai kekuatan handal menghadapi ancaman dari dalam maupun dari luar, urainya. (T.KR-AAT/F003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026