Logo Header Antaranews Makassar

MAN 2 Makassar Tolak Siswa Lulus Seleksi

Kamis, 15 Juli 2010 18:36 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Sekolah unggulan Madrasah Aliyah Negeri 2 Makassar diduga telah melakukan modus penolakan halus terhadap siswa yang telah lulus seleksi pendaftaran sekolah.

Hal itu di keluhkan oleh beberapa orang tua calon siswa yang telah dinyatakan pihak Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Makassar telah lolos seleksi pendaftaran sekolah yang dilakukan beberapa waktu yang lalu.

Orang tua calon siswa MAN 2 Makassar, Rizart Sutara saat di temui di Makassar, Kamis, mengaku sedih dengan sikap pihak sekolah yang memberikan persyaratan terlalu berat saat anaknya ingin melakukan pendaftaran ulang.

"Anak saya sudah dinyatakan lulus seleksi, tetapi begitu mau daftar ulang, bagian TU (tata usaha) sekolah menyodorkan surat pernyataan yang isinya harus membayar sekitar Rp3 juta," ucapnya.

Rizart yang mengaku baru terkena Pemutusasn Hubungan Kerja (PHK) dari perusahaannya ini mengaku sulit memenuhi persyaratan pembayaran uang jariah yang di bebankan sekitar Rp1,7 juta - Rp2,2 juta, di tambah lagi dengan iuran komite dan SPP selama tiga bulan pertama.

"Sekarang saya kebingungan cari pinjaman. Kalau tidak ada dalam waktu dekat ini, maka anak saya dinyatakan gugur," ucap dia.

Dia mengaku, pihaknya telah menyampaikan hal ini ke Dewan Perwakilan Rakyat daerah (DPRD) Sulsel, namun hal ini belum memperoleh tanggapan.

Wakil Ketua Komisi E DPRD Sulsel Andi Mustaman saat di konfirmasi mengaku pungutan yang dilakukan sekolah pada orang tua siswa yang tidak terakomodir agar bisa diterima di sekolah unggulan kemungkinan besar bisa terjadi.

Sebab jumlah ruang kelas yang ada di sekolah negeri saat ini sudah tidak sesuai dengan jumlah pendaftar di sekolah, terutama untuk tingkatan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

"Kurangnya jumlah ruang kelas ditingkat SMA-SMK di Sulsel, membuat banyak siswa yang tidak terakomodir. Akibatnya pihak sekolah melakukan seleksi untuk menghindari rasio standar ideal jumlah siswa dalam sebuah kelas," ungkap dia. (T.KR-HK/S016)




Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026