Logo Header Antaranews Makassar

Peran Keluarga Penting Antisipasi Gerakan Terorisme

Kamis, 22 Juli 2010 09:06 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Keluarga memiliki peran penting untuk melindungi anak-anak dari pengaruh dan indroktinasi yang salah dan menyesatkan, seperti yang terdapat dalam gerakan terorisme.

Inisiator gerakan Barisan Tolak Terorisme Azyumardi Azra mengatakan hal tersebut saat sosialisasi antisipasi gerakan terorisme pada pelajar dan santri di Makassar, Rabu.

Menurut Direktur Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah itu, orang tua harus mewaspadai apabila ada gejala perubahan prilaku yang terjadi pada anak mereka.

Anak yang cenderung diam dan tidak kritis kemungkinan bisa terkena doktrin terorisme yang menyesatkan.

Oleh karena itu, kata dia, untuk memutus mata rantai aksi terorisme ini harus diputus pula mata rantai perekrutan dengan cara menumbuhkan kepedulian keluarga, dengan melindungi anak-anak usia sekolah yang rentan terhadap pengaruh hal-hal negatif.

Mantan Anggota Jamaah Islamiyah Nasir Abbas menambahkan, perekrutan yang dilakukan jaringan terorisme bisa dilakukan dimana dan kapan saja.

"Biasanya para pelaku terorisme melakukan pendekatan personal kepada calon korban. Pembicaraan yang biasa dilakukan oleh pelaku biasanya akan membangkitkan kebencian terhadap non-muslim sehingga korban mau bergabung untuk melaksanakan aksi teror," ujarnya.

Menurutnya, kegiatan ekstrakurikuler keagamaan di sekolah-sekolah berpotensi menjadi pintu masuk penyebaran doktrin terorisme.

Karena itu, para pendidik di sekolah diharapkan mewaspadai segala bentuk kajian dan dialog yang dilakukan para siswa.

"Jangan dilarang, hanya saja sebaiknya para guru mengawasi jalannya kajian-kajian keagamaan di ekstrakurikuler. Jangan sampai itu disusupi," katanya.(T.KR-AAT/S016)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026