
Pakar: Masyarakat harus selektif terima informasi terkait COVID-19

Virus Corona jenis baru atau COVID-19 harus dipahami pola penyebarannya, sehingga tidak mudah terpengaruh dengan informasi-informasi yang tersebar yang menyesatkan dan membuat masyarakat jadi phobia
Makassar (ANTARA) - Pakar virus dari Fakultas Kedokteraan Universitas Hasanuddin Dr Fadly mengatakan masyarakat harus selektif menerima informasi terkait COVID-19.
"Virus Corona jenis baru atau COVID-19 harus dipahami pola penyebarannya, sehingga tidak mudah terpengaruh dengan informasi-informasi yang tersebar yang menyesatkan dan membuat masyarakat jadi phobia," kata Fadly di Makassar, Minggu.
Dia mengatakan COVID-19 ini yang diinformasikan terbang di udara, namun bukan berarti virus ini memiliki sayap. Namun hanya melekat pada air liur yang disemburkan melalui mulut ketika berbicara atau hidung saat bersin.
Karena itu, lanjut dia, diminta jaga jarak minimal 1,5 meter agar saat berhadapan dengan orang lain tidak kena semburan. Termasuk diminta menggunakan masker untuk mengantisipasi terkena semburan air liur yang dapat menjadi wadah bagi virus untuk berpindah dari seseorang ke orang lain.
"Rajin cuci tangan dan sebelum menyentuh hidung, mulut atau mata harus cuci tangan lebih dahulu, karena virus itu hanya masuk melalui ketiga hal itu," katanya.
Mengenai adanya informasi yang beredar terkait virus dapat hidup lama beberapa jam di plastik atau karton, lanjut dia, itu adalah penjelasan World Health Organization (WHO) terkait kondisi di Wuhan dan Italia yang suhunya ketika itu sekitar 8 derajat celcius, sehingga virus butuh waktu berjam-jam hingga beberapa hari agar bisa kering dan mati.
Kondisi itu, berbeda dengan Indonesia yang berada di wilayah tropis dengan suhu rata-rata 32 hingga 37 derajat celcius, sehingga potensi hidup pada wadah di luar manusia relatif kecil.
Berkaitan dengan hal tersebut, Dr Fadly mengingatkan agar masyarakat senantiasa menerapkan pola hidup sehat dan selalu mencuci tangan jika dari luar rumah maupun dalam rumah untuk mengantisipasi adanya virus yang menempel di tangan atau tubuh.
Pewarta : Suriani Mappong
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
