Logo Header Antaranews Makassar

Mamuju Juli 2010 Inflasi 0,57 Persen

Rabu, 4 Agustus 2010 04:27 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA News) - Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Juli 2010 mengalami inflasi 0,57 persen, dipicu oleh meningkatnya lima kelompok barang dan jasa.

Kelompok bahan makanan naik 1,89 persen, minuman, rokok dan tembakau 0,32 persen, kelompok sandang 0,06 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,27 persen dan kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan 0,30 persen, kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulbar Nuram Salam di Mamuju, Selasa.

Ia mengatakan, untuk kelompok perumahan, air, gas dan bahan bakar dan kelompok kesehatan masing-masing mengalami penurunan 0,29 persen dan 0,05 persen.

"Peningkatan yang signifikan pada kelompok bahan makanan diakibatkan oleh besarnya andil inflasi pada sub kelompok bumbu-bumbuan dan sub kelompok ikan segar yaitu masing-masing sebear 0,57 persen dan 0,22 persen," ucapnya.

Selain itu, kata dia, peningkatan yang memberikan kontribusi juga terdapat pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau yang diakibatkan oleh besarnya andil inflasi pada sub kelompok minuman yang tidak beralkohol yaitu sebesar 1,66 persen.

Dia menjelaskan, komoditi yang memberikan sumbangan inflasi adalah bawang putih 0,26 persen, cabe merah 0,16 persen, ikan segar katamba 0,13 persen, telur ayam ras 0,09 persen.

Selanjutnya, ungkap Nursam, bawang merah 0,08 persen, ikan segar bandeng 0,06 persen, gula pasir, jasa perpanjangan STNK dan ikan segar layang masing-masing 0,05 persen, cabe rawit 0,04 persen, tomat, sayur 0,03 persen, beras, daging ayam ras, gula merah, asam, ikan tongkol dan kol putih/kubis masing-masing 0,02 persen.

"Sumbangan pada kelompok bahan makanan pemicu inflasi itu juga terjadi pada jenis martabak, teri basah, udang basah, kentang, daun kacang panjang muda, sepatu pria dan tas sekolah masing-masing 0,01 persen," paparnya.

Sementara itu, kata dia, komoditi yang memberikan sumbangan inflasi namun bernilai negatif adalah kangkung -0,16 persen, bayam -0,14 persen, minyak kelapa -0,08 persen, ikan segar cakalang -0,05 persen, nangka muda, seng dan kacang panjang masing-masing -0,03 persen serta semen -0,02 persen. (T.KR-ACO/R010)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026