Logo Header Antaranews Makassar

BPS Sulbar Umumkan Hasil Sensus Pertengahan Agustus

Rabu, 4 Agustus 2010 05:20 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA News) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) memastikan hasil Sensus Penduduk (SP) yang dilakukan Mei lalu akan diumumkan pada pertengahan Agustus 2010.

"Hasil pencacahan penduduk ini akan dipublikasikan sekitar pertengahan Agustus 2010. Jadi sabar saja. Semuanya akan disiarkan secara resmi pada waktunya," kata Kepala BPS Sulbar, Nursam Salam.

Kepada pers di Mamuju, Selasa, Nursam mengatakan, pelaksanaan SP yang baru pertama kali dilaksanakan di provinsi ini sejak menjadi daerah otonom enam tahun silam berlangsung baik.

Bahkan, Sulbar mendapat penghargaan secara nasional karena dari 33 provinsi di Indonesia, pelaksanaan SP di Sulbar dianggap yang terbaik, katanya.

"Alhamdulillah, kegiatan SP yang digelar sekali dalam 10 tahun tersebut berlangsung baik. Bahkan daerah kita telah dinobatkan sebagai daerah yang terbaik pelaksanaan SP-nya Mei lalu," katanya.

Nursam mengatakan, dukungan media yang pro-aktif menyiarkan laporan kegiatan SP turut membantu keberhasilan Sulbar dalam melaksanakan SP.

"Saya harus mengucapkan penghargaan kepada pers yang telah membantu kami mensukseskan kegiatan SP di Sulbar dan prestasi ini adalah capaian bersama antara insan pers dan BPS," katanya.

Ia menjelaskan, jumlah penduduk Sulbar meningkat dari 1,030 juta jiwa sebelum SP namun pihaknya belum dapat menyiarkan secara resmi jumlah penduduk setelah SP.

Dalam kegiatan pencacahan penduduk Mei lalu itu, pihaknya menurunkan sekitar 2.916 orang petugas pendata dari 1 hingga 31 Mei.

"Petugas sensus tersebut diturunkan di lima kabupaten, yakni Kabupaten Polman sekitar 875 orang, Kabupaten Majene (258), Kabupaten Mamasa (633), Kabupaten Mamuju (870) dan Kabupaten Mamuju Utara (280).

"Petugas mendata seluruh penduduk di wilayah ini tanpa ada satu pun warga yang terlewatkan dari petugas pendata," katanya.

Sensus Penduduk 2010 merupakan kegiatan nasional sesuai dengan amanat Undang Undang No 16 tahun 2007.

Sejak 1961, SP sudah dilakukan enam kali, yakni 1961, 1971, 1980, 1990, 2000, dan 2010.

Namun, SP 2010 merupakan pencacahan penduduk paling modern dari semua sensus yang pernah dilakukan Indonesia.

Menurut Nursam yang juga mantan Kepala BPS Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, ini, SP 2010 memberikan lebih banyak variabel pertanyaan kepada setiap warga dibanding sensus-sensus sebelumnya.

Ia mengatakan, terdapat 43 pertanyaan yang disiapkan petugas sensus sedangkan pada sensus-sensus sebelumnya, hanya ada sekitar 12 variabel pertanyaan.

"Sensus Penduduk 2010 juga mendata populasi jumlah penduduk wilayah ini, kondisi tenaga kerja, tingkat pendidikan, partisipasi kesehatan kemiskinan, dan imigrasi," katanya.

Seterusnya juga mendata situasi suku bangsa penduduk, kondisi tingkat kematian ibu dan anak, kondisi perumahan, dan jenis kelamin untuk dijadikan bahan penyempurnaan pembangunan negara ini.

"Sensus ini menyediakan kebutuhan data di berbagai bidang antara lain pertanian, industri, pertambangan, komunikasi, perdagangan, pendapatan nasional, ketenagakerjaan, kesehatan, pendidikan, dan kependudukan," katanya. (T.KR-ACO/R013)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026