Logo Header Antaranews Makassar

HMI harus Jadi Organisasi Mahasiswa Modern

Rabu, 11 Agustus 2010 22:19 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sebagai salah satu wadah intelektual mahasiswa di Indonesia harus bergerak menuju arah modernitas.

Kandidat Ketua Umum Pengurus Besar HMI, Andi Sukmono Kumba saat melakukan kampanye di Makassar, Rabu, mengatakan, modernitas yang dimaksud yakni optimalisasi teknologi dalam sistem keorganisasian.

Selama ini, kata dia, efektifitas kerja organisasi HMI tidak mencapai titik maksimal, sebab pendekatan kerja yang dilakukan pengurus tidak menyentuh wilayah teknologi informasi.

"Pengurus kerap tidak sadar teknologi. Contohnya, rapat dan hasil rapat yang seharusnya bisa segera terdistribusi ke seluruh Indonesia, memakan waktu lama karena mereka selalu melakukan pengiriman manual," kata salah satu ketua di Presidium PB HMI tersebut.

HMI sebagai organisasi kemahasiswaan besar seharusnya sejalan dengan perkembangan sektor-sektor kehidupan kontemporer, termasuk teknologi informasi.

Dengan mengefektifkan implementasi teknologi di tubuh HMI, maka kinerja organisasi semakin mudah namun memiliki dampak besar.

Dari segi visi dan misi organisasi, Sukmono menambahkan, HMI harus bergerak sebagai kontributor pemikiran bagi langkah-langkah bangsa ke depan dengan mengembalikan khittahnya sebagai organisasi kader.

HMI bukan sebagai politik praktis kelompok tertentu, tetapi HMI adalah organisasi kader yang menjadikan organisasi sebagai tempat menempa dan mengasah kemampuan intelektualitas dan militansi kader umat.

"Jadi tidak seperti yang dipersepsi oleh kebanyakan orang bahwa HMI dalah sumber massa atau mesin politik orang atau kelompok tertentu, itu sama sekali keliru. HMI adalah organisasi kader yang bernas, progresif dan rahmatanlilalamin," ujarnya.

Dia menambahkan, saat ini terdapat 15 kandidat yang akan berkompetisi menduduki kursi Ketua Umum PB.

Namun ia memperkirakan, jumlah tersebut akan mengerucut pada Kongres ke-27 di Depok, 6 November mendatang. Sebab, setiap kandidat harus direkomendasikan minimal 15 cabang dari berbagai kota di indonesia. (T.KR-AAT/Z002)




Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026