Logo Header Antaranews Makassar

Perguruan Tinggi harus Bermoral dan Beretika

Kamis, 16 September 2010 18:08 WIB
Image Print
MAKASSAR - DIES NATALIS UNHAS. Rektor Unhas Prof Dr dr Idrus A Paturusi (kanan) bersama Prof Liu Chung Laung (C.L.Liu) (kiri), maha guru National Tsing Hua University Hsinchu, Taiwan, pada peringatan Dies Natalis ke-54 Univeritas Hasanuddin di Baruga

Makassar (ANTARA News) - Totalitas pendidikan di perguruan tinggi hendaknya berbasis pada moral dan etika, memiliki kemampuan berpikir, kemampuan menjelaskan sendiri, kemampuan mendengar orang lain, hidup dalam diversitas (keberagaman), berpandangan menyejarah dan global, memiliki pengetahuan yang luas, dan kedalaman.

Hal itu dikemukakan Prof Liu Chung Laung (C.L.Liu), maha guru National Tsing Hua University Hsinchu, Taiwan, dalam orasinya pada peringatan Dies Natalis ke-54 Univeritas Hasanuddin di Baruga Andi Pangerang Petta Rani Kampus Unhas Makassar, Kamis.

Peringatan Dies Natalis tersebut berlangsung dalam rapat Senat Luar Biasa Unhas dipimpin Rektor Prof Dr dr Idrus A Paturusi, dihadiri Ketua Dewan Penyantun Unhas yang juga Gubernur Sulsel Dr H. Syahrul Yasin Limpo, SH, MSi, MH, anggota DPR RI Dr Djafar Hafsah, mantan Rektor Unhas Prof Dr A. Amiruddin, Prof Dr Basri Hasanuddin, MA, Wakapolda Sulselrabar Brigjen Pol Dr H. Syahrir Kuba, SSos, SIK, MM, sejumlah rektor perguruan tinggi luar negeri mitra kerja Unhas, Rektor UNM diwakili Prof Dr Arsuddin Salam, MSc. dan anggota senat Unhas.

Pada peringatan ini juga, Unhas menandatangani kerja sama dengan tiga mitra luar negerinya, yakni dengan Prof Eiki Senaha dari Meio University Jepang, Prof Dato? Ir Zaini Ujang, Vice President UTM Malaysia, dan Assoc. Prof Vajara Rujiwetpongtorn, M.D. Vice President for General Administrative and HRM Chiang Mai University.

Prof Liu mengatakan, berkaitan dengan masalah moral dan etik, pendidikan di perguruan tinggi hendaknya memahami berbagai isu, membuat pendapat dan pilihan. Kemampuan berpikir mencakup sikap krisis, independen, luas dan tertib. Kemampuan menjelaskan sesuatu hendaknya harus jelas, tepat dan efektif.

"Kemampuan mendengar pihak lain dalam posisi mengerti, analitis, dan mengumpulkan dan menjadikan satu," ujar Liu.

Kapasitas untuk mampu hidup dalam keberagaman juga terkait memahami, toleransi, dan memberi apresiasi. Dalam kemampuan dan memiliki pandangan global, menurut Liu, seorang peserta didik di perguruan tinggi hendaknya mengerti masalah sosial, kebudayaan, sejarah dari dirinya dan juga pihak lain.

Persoalan lain yang sangat mendasar bagi pendidikan di perguruan tinggi adalah pengetahuan yang luas berkaitan dengan ilmu biologi, ilmu fisika, dan ilmu komputer. Pengetahuan-pengetahuan tersebut menuntut kedalaman di dalam menginvestigasi pada salah satu disiplin akademik, misalnya mengenai sains, teknik, musik, dan kesusastraan.

"Pendidikan tidak seperti mie instan, langsung dikunyah dengan gusi, atau harum manis, melainkan pendidikan seperti sebuah piramida, luas, tinggi, dan kekal," kata Liu.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, diperlukan kapasitas, kompetensi, dan jaringan agar Universitas Hasanuddin mampu menggapai impiannya sebagai universitas kelas dunia (world class university).

"Ini merupakan prasyarat bagi Unhas mencapai world class university, di samping juga memiliki karakter yang berpihak pada kepentingan bangsa dan rakyat berdasarkan agama yang kental, semangat dan karakter Bugis Makassar, kejujuran, keihlasan, dan pengetahuan yang luas," kata Gubernur.

Rektor Unhas Idrus A Paturusi dalam laporannya mengatakan, program prioritas yang menunjukkan capaian tertinggi mendekati target adalah penataan lingkungan kampus yang asri dan bersahabat.

Citra Unhas 2010 mematok delapan program prioritas, yakni akselerasi pembelajaran Berbasis Student Centered Learning (SCL), peningkatan kualitas penelitian dan pengabdian masyarakat, peningkatan soft skill mahasiswa, peningkatan efektivitas organisasi dan manajemen, pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel, peningkatan kualitas Layanan Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (PTIK) dan penataan lingkungan kampus yang asri dan bersahabat.

"Secara umum tingkat capaian citra Unhas 2010 yang terukur melalui pelaksanaan delapan program prioritas hingga September 2010 rata-rata 86,8 persen," kata Rektor. (T.pso-102/F003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026