
Sulsel Kekurangan 3.000 ton Gula

Makassar (ANTARA News) - Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) kekurangan gula untuk konsumsi sebanyak 30.000 ton per bulan.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulsel, Zulkarnaen Arief, di Makassar, Selasa, mengatakan, hingga saat ini Sulsel hanya mampu memproduksi gula sebanyak 20.000 ton setiap bulan.
Padahal, kata dia, kebutuhan konsumsi gula di Sulsel bisa mencapai 50.000 ton setiap bulan.
"Hal ini menjadi persoalan besar yang bisa menyebabkan harga gula menjadi naik," ungkapnya.
Salah satu solusi yang dilakukan, kata dia, agar hal tersebut tidak terjadi adalah dengan menggunakan gula rafinasi untuk bisa menstabilkan harga gula.
Ia menambahkan, di Sulsel tidak lagi terdapat gula impor, karena pada dasarnya potensi produksi gula di Sulsel cukup besar.
"Jika hanya mengandalkan gula impor, maka kasihan petani tebu dan juga produk gula dalam negeri yang bisa kalah bersaing, sehingga pemerintah harus bisa memberikan proteksi," tuturnya.
Oleh karena itu, ia mengharapkan agar pengusaha dalam negeri, khususnya pengusaha dari Sulsel bisa berinvestasi dan dapat meningkatkan produksi gula.
Dengan begitu, kata dia, kebutuhan konsumsi gula di Sulsel bisa terpenuhi, dan bahkan produksi gula bisa melebihi kebutuhan konsumsi gula.
"Saya lebih mengapresiasi jika investasi produksi gula ini dilakukan oleh orang dari daerah ini, dibandingkan orang asing," tandsanya. (T.pso-103/M012)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
