
Pemimpin Agama Papua Diminta Hindari Perpecahan Umat

Jayapura (ANTARA News) - Para pemimpin agama di Papua diminta menghindarkan terjadinya perpecahan umat beragama, baik secara internal maupun antarumat beragama demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Hal itu disampaikan Sekjen Kementerian Agama, Bachrul Hayat,Ph.D, di Jayapura, Sabtu, ketika berdialog dengan para pemuka agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Forum Konsultasi Para Pemimpin Agama (FKPPA) di tanah Papua.
Ia menjelaskan, terdapat beberapa faktor yang harus diwaspadai para pemimpin dan umat beragama dalam menjaga kerukunan hidup bersama yaitu faktor endogen atau faktor internal yaitu konflik sering terjadi dalam umat beragama itu sendiri.
"Konflik internal disebabkan oleh oknum atau kelompok umat beragama yang memberikan tafsiran ajaran agama secara baru yang oleh banyak kalangan dianggap keluar dari pokok-pokok ajaran agama itu," katanya.
Selain itu, tambah Bachrul Hayat, terjadi disharmoni antarumat beragama ketika umat beragama melaksanakan ajaran agamanya di wilayah publik.
Ketika seseorang atau kelompok umat beragama melakukan penyiaran agama atau dakwah maka hal itu berarti mereka sudah memasuki wilayah publik yang kadang terjadi konflik dengan umat beragama lain.
"Kita semua perlu mencermati secara baik aspek penyiaran agama yang sering terjadi konflik, juga pemberian bantuan keagamaan yang sering menimbulkan kecurigaan dari umat beragama lain. Selain itu pembangunan rumah ibadah juga sering menimbulkan konflik antarumat beragama," katanya.
Faktor lain yang dapat menimbulkan disharmoni antarumat beragama adalah faktor eksternal atau eksogen yang murni berada di luar urusan agama yang tentu saja bertalian dengan kondisi sosial, politik dan budaya.
Pada kesempatan itu juga, Bachrul Hayat meminta para pemimpin agama di Papua agar terus mendampingi umat agar mereka dapat menyadari realitas kemajemukan hidup beragama di Indonesia.
"Selain menyadari kemajemukan hidup beragama, juga menghormati pluralitas, bekerjasama dalam alam kemajemukan serta saling memberi dan menerima dalam kehidupan bersama sebagai satu bangsa yang besar yaitu Bangsa Indonesia," katanya.
Dia mengajak semua pemimpin agama di Papua agar terus-menerus membuka dialog antarumat beragama karena dialog itu sendiri yang merupakan pintu menuju keharmonisan dan harmoni itu sendiri merupakan gerbang menuju kedamaian serta kesejahteraan bersama.
Usai berdialog dengan para pemuka agama, Sekjen Kementerian Agama Bachrul Hayat meresmikan Kantor Kementerian Agama Kota Jayapura.(T.KR-MBK/A033)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
