
P2WKSS Bantaeng Dinilai Tim Pemprov

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Tim penilai lomba Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) Provinsi Sulawesi Selatan menilai P2WKSS Kabupaten Bantaeng, Selasa.
Tim berjumlah 11 orang yang dipimpin Hj Sarlin Nur tersebut melihat langsung pelaksanaan P2WKSS Kabupaten Bantaeng yang pada lomba kali ini diwakili Desa Bonto-Bontoa, Kecamatan Tompobulu.
Ketua Tim Hj Sarlin Nur pada kesempatan itu mengatakan, kedatangan tim yang terdiri atas berbagai instansi dan lembaga terkait ini untuk melihat langsung program P2WKSS Bantaeng yang sudah dilaporkan ke tingkat provinsi.
Menurut dia, lomba ini diikuti 14 kabupaten/kota se Sulsel yang berhasil lolos pada penilaian tahap awal. "Dari 23 kabupaten/kota di Sulsel hanya 14 yang memenuhi syarat ikut lomba," terangnya.
Dari jumlah tersebut, tim sudah melakukan penilaian pada 10 kabupaten/kota. Kabupaten Bantaeng merupakan daerah yang ke-11. Dari Bantaeng, tim akan melakukan kegiatan yang sama di Bulukumba.
Tentang kriteria lomba, Sarlin Nur mengatakan, masing-masing instansi sudah memiliki acuan, tinggal dicocokkan dengan yang ada di daerah masing-masing karena sebelumnya juga sudah dilakukan bimbingan teknis.
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan plt Sekda H Zainuddin berharap, penilaian untuk tingkat provinsi ini dapat memberikan bimbingan dan meningkatkan wawasan masyarakat dalam melaksanakan pembangunan desa secara lebih baik.
Disadari, untuk berhasilnya kegiatan pembangunan desa memerlukan sumber daya besar, namun di sisi lain pemerintah memiliki keterbatasan, baik dari segi dana, sumber daya manusia maupun waktu.
Karena itu, diperlukan partisipasi masyarakat untuk memberikan percepatan pelaksanaan pembangunan di tingkat desa. Di daerah ini, partisipasi sangat dimungkinkan dari perempuan yang jumlahnya lebih banyak dari laki-laki.
Jumlah perempuan berdasarkan data BPS tahun 2009 mencapai 88.392 jiwa (50,02%) dari jumlah penduduk sebanyak 176.708 jiwa. Karena itulah, perempuan sangat memungkinkan, khususnya dalam penguatan elemen terkecil masyarakat yaitu rumah tangga penduduk.
"Kami yakin, dengan pelaksanaan program pembangunan yang berbasis keluarga atau rumah tangga, hasilnya akan lebih maksimal. Pemda berharap, program P2WKSS dimaksimalkan karena program ini memanfaatkan sumber daya perempuan sebagai penggerak utama program pembangunan dengan berbasis rumah tangga," tuturnya. (T.pso-102/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
