Logo Header Antaranews Makassar

Kemenbudpar Respon Pembentukan LPP Makassar

Minggu, 10 Oktober 2010 19:18 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata merespon positif pembentukan komunitas penulis di Makassar yang akan memperkenalkan potensi objek wisata dan keragaman budaya di Sulawesi Selatan melalui hasil karya tulis jurnalistik.

Koordinator Indonesia Timur DPP Asosiasi Biro Perjalanan (ASITA), Nico B. Pasaka di Makassar, Jumat, mengatakan keberadaan komunitas penulis yang tergabung dalam Lingkar Penulis Periwisata (LPP) Makassar sangat penting dalam pengembangan dunia kepariwisataan Sulsel.

"Keberadaan mereka mampu meneropong potensi budaya dan objek daya tarik wisata yang belum tersentuh promosi daerah. Dukungan Dirjen Pemasaran Kemenbudpar sangat positif," ungkap dia.

Menurut Nico, Dirjen Pemasaran berharap ada hal-hal baru yang bisa dilakukan sehingga karya-karya teman-teman penulis bisa menjadi program promosi percontohan yang bisa di adopsi oleh daerah-daerah lainnya di Indonesia.

"Jika lembaga ini membuat sebuah terobosan promosi dan mampu mengangkat pariwisata daerah dipastikan pihak Kementerian akan menjadikan kegiatan komunitas ini sebagai program percontohan secara nasional," kata dia.

Pendiri komunitas Lingkar Penulis Pariwisata (LPP) Makassar, Furqon Madjid dalam kesempatan itu mengaku, telah menemui sejumlah tokoh-tokoh penulis di kota Makassar untuk bisa memberikan materi atau pendidikan dasar bagi sejumlah jurnalis maupun penulis pemula yang ingin mengembangkan karya tulisan mereka di sektor kepariwisataan.

"Memang kami ada rencana membuat klinik penulisan pariwisata dengan menggandeng beberapa tokoh penulis maupun jurnalis senior untuk memberikan pelatihan singkat ke sejumlah organisasi pers di kampus-kampus," ucap dia.

Eksistensi rekan-rekan penulis nantinya akan dimuat pada sebuah website penulis periwisata yang saat ini tengah digarap oleh teman-teman di kepengurusan LPP Makassar sebagai bagian dari bentuk apresiasi jurnalis dan penulis dalam memberikan sumbangsih terhadap pengembangan keperiwisataan di daerah ini.

"Memang ini sebuah terobosan yang baru dari kawan-kawan jurnalis yang merasakan butuh sebuah pendekatan baru untuk mengembalikan kepercayaan Internasional terhadap beberapa objek wisata terkenal di Sulsel. Kita lihat saja pariwisata Toraja yang pernah menjadi primadona dunia kondisinya semakin memprihatinkan, begitu pun dengan objek-objek lainnya," ucap dia.

Aktivis organisasi jurnalis Makassar ini mengharapkan, keterlibatan penulis dalam program promosi pariwisata daerah bisa mengangkat kembali objek daya tarik wisata di Makassar yang selama ini belum tersentuh pelaku usaha di industri pariwisata dan mampu mendorong pemerintah daerah membuat program-program yang tidak hanya menghabiskan anggaran daerah.

Pengembangan sektor kepariwisataan Makassar butuh dukungan dari semua pihak, sebab dunia pariwisata tidak akan pernah mati. Jika pelaku industri pariwisata dan pemerintah daerah hanya memikirkan kepentingan mereka sendiri dipastikan dunia pariwisata akan semakin terpuruk.

"Anda bisa bercermin daerah-daerah wisata di Bali maupun di Thailand. Bagaimana belanja wisatawan di daerah tujuan turis asing itu mampu menggerakkan sektor riil daerah setempat. Inflasi tertekan, lapangan kerja terbuka, pelaku UMKM tumbuh yang pada akhirnya bisa dinikmati masyarakat setempat," kata dia.

Egoisme sektoral dalam pengelolaan kepariwisataan daerah masih menjadi kendala dunia pariwisata kita selama ini, LPP melihat masih banyak potensi objek pariwisata yang belum tersentuh, seperti objek wisata budaya yang semakin hari semakin ditinggalkan.
(T.KR-HK/S016)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026