Logo Header Antaranews Makassar

Pembangunan Rusunawa Bantaeng Dimulai

Senin, 11 Oktober 2010 22:25 WIB
Image Print

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Proyek pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) untuk masyarakat Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Senin, dimulai pembangunannya.

Proyek yang berlokasi di Desa Bonto Jai, Kecamatan Bissappu seluas 7.338 meter persegi untuk dua blok masing-masing berlantai lima dengan total 180 kamar tersebut merupakan bantuan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), sedang Pemda Kabupaten Bantaeng hanya menyiapkan lahan.

M Iskandar Adam, Ketua Panitia Pembangunan Rusunawa pertama di luar Kota Makassar yang dikerjakan kontraktor Makassar PT Putra Jaya serta konsultan Jakarta PT Blanctickindo Aneka ini dijadwalkan rampung Maret 2011.

Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah menyambut baik pembangunan perumahan vertikal pertama di bagian selatan Sulsel ini. "Ini merupakan rahmat bagi Kabupaten Bantaeng karena proyek ini sebenarnya dimaksudkan mengantisipasi bangunan kumuh perkotaan," urainya.

Kementerian PU melalui Dirjen Cipta Karya juga masih menjanjikan pembangunan sebanyak 12 twin blok hingga 2013. Ini merupakan bukti kepedulian pemerintah pusat terhadap masyarakat Bantaeng dalam pemberian hunian yang layak.

Karena itu, Bupati berharap, semua pihak, terutama masyarakat sekitar proyek agar memberikan dukungan hingga proyek ini bisa selesai tepat waktu. Menyinggung soal penempatan proyek di sekitar pelabuhan, ia mengatakan, untuk menunjang pengoperasian Pelabuhan Mattoanging tahun 2011.

Pelabuhan Mattoanging sendiri, sambung Bupati, mendapat bantuan Rp30 miliar untuk pembangunan terminal kontainer dan terminal penumpang yang juga akan dimulai pembangunannya 2011.

Untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat, pelabuhan akan dilengkapi kapal cepat, jelas Bupati Nurdin Abdullah yang berharap ke depan, rumah-rumah kumuh di kabupaten berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini secara bertahap akan hilang.

Ini sangat penting sebab Butta Toa, julukan Kabupaten Bantaeng diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di bagian selatan Sulsel. Itulah sebabnya, pembangunan infrastruktur harus dapat dipacu, sekaligus menyiasati keterbatasan lahan di daerah ini, ujarnya.
(T.pso-102/F003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026