
Tujuh Warga Gowa Terjangkit Antraks

Sungguminasa, Sulsel (ANTARA News) - Tujuh warga Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan diduga terjangkit bakteri antraks, bahkan satu dari ketujuh warga itu meninggal dunia setelah menyantap daging kuda.
Warga yang terjangkit bakteri antraks yakni, Linrung, (40), Timung, (45), Amir, (27), Sumarni, (9), Daeng Nimba, (40) dan Rasul, (35) serta Junaedi (13). Junaedi meninggal usai menyantap daging kuda, di Sungguminasa, Gowa, Kamis.
Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gowa, Abidin Yaman mengatakan para pasien itu masih dalam pengawasan puskesmas setempat.
Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan juga sudah mengambil contoh darah pasien dan contoh tanah lokasi yang sebelumnya ditetapkan sebagai wilayah endemik antraks.
"Berdasarkan gejala-gejala yang dialami warga itu hampir sama dengan gejala yang ditimbulkan bakteri antraks. Namun, kita belum bisa menyimpulkan karena hasil laboratorium dari Dinkes Gowa dan Sulsel juga belum keluar," ujarnya.
Ia mengatakan, berdasarkan gejala yang ditimbulkan oleh ketujuh warga yang terserang bakteri itu umumnya mengalami gejala klinis pada kulit seperti kropeng dengan kulit yang menebal.
"Gejala klinisnya seperti itu. Tapi kita juga tetap menunggu hasil laboratorium dari Dinkes Sulsel," jelasnya.
Sebelumnya, tiga warga Dusung Congoro, Desa tamalatea, Kecamatan Manuju, Gowa, juga diduga suspect antraks setelah mengkonsumsi daging kuda akhir pekan lalu bahkan, seorang di antaranya dilaporkan tewas. Sejauh ini Dinkes Gowa sementara melakukan sosialisasi dan penyuluhan kepada warga setempat. (T.KR-MH/J006)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
