
Lima Kecamatan Agak Rawan Pangan di Mamuju

Mamuju (ANTARA News)- Sebanyak lima kecamatan dari 15 kecamatan di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, ditetapkan sebagai daerah berstatus Agak Rawan Pangan (ARP).
"Pemerintah Kabupaten Mamuju saat ini terus melakukan berbagai program untuk meningkatkan ketahanan pangan dengan cara pemberian penguatan modal sehingga lima wilayah kecamatan ini terhindar dari status rawan pangan, minimal naik status menjadi daerah yang cukup pangan," kata Bupati Mamuju, Suhardi Duka di Mamuju, Jumat.
Menurutnya, kelima kecamatan berstatus agak rawan pangan tersebut diantaranya kecamatan Mamuju, Kecamatan Tappalang, Kecamatan Tappalang Barat, Kecamatan Karossa dan Kecamatan Tobadak, sedangkan tiga wilayah kecamatan lainnya ditetapkan sebagai daerah Cukup Tahan Pangan (CTP) diantaranya adalah kecamatan Sampaga, Bonehau dan kecamatan Topoyo.
Kemudian, kata dia, wilayah kecamatan lainnya yang berstatus tahan pangan tersebut terdiri dari wilayah kecamatan Kalukku, Tommo, Pangale dan Kecamatan Kalumpang.
"Ada dua wilayah kecamatan yang tergolong Sangat Tahan Pangan (STP) yakni kecamatan Papalang dan Kecamatan Budong-Budong," tutur dia.
Meski demikian, lanjutnya, secara keseluruhan dari 15 kecamatan di Kabupaten Mamuju tersebut, tak satu pun kecamatan yang berstatus rawan pangan, melainkan hanya berstatus agak rawan pangan.
Ia mengemukakan, untuk menghindari kondisi kerawanan pangan, maka pihaknya telah memberikan penguatan modal usaha kelompok dalam rangka mengembangkan desa mandiri pangan penanganan daerah rawan pangan.
Selain itu, kata Bupati, pemerintah juga mendorong untuk peningkatan gizi masyarakat melalui pemanfaatan pekarangan dengan memanfaatkan kelompok wanita tani yang bertujuan memberikan aktivitas kepada ibu rumah tangga agar lebih kreatif dalam memanfaatkan pekarangan mereka.
"Ada beberapa kelompok tani wanita di Mamuju yang telah berhasil memanfaatkan pekarangan rumah mereka, diantaranya kelompok Melati asal kecamatan Bonehau, kelompok tani wanita kecamatan Mamuju, kelompok Melati asal kecamatan Tappalang, kelompok mawar dan kelompok Flamboyan asal desa Tammajarra," urainya.
Dikatakannya, para kelompok tani wanita tersebut diberikan bantuan berupa bibit sayuran dan bibit buah-buahan serta beberapa bibit lainnya.
Ia menambahkan, dengan kondisi ketahanan pangan di Mamuju dilihat dari aspek jumlah penduduk miskin telah mampu memberikan kontribusi pembangunan Nilai Indeks Manusia (NIM) sebesar 0,16 atau setara 19,25 persen jumlah rumah tangga miskin dari total 264.123 rumah tangga di daerah ini. (T.KR-ACO/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
