
Gubernur Minta Alkes RSUD Sulbar Dipercepat

Mamuju (ANTARA News) - Gubernur Sulawesi Barat H.Anwar Adnan Saleh, meminta Dirut Rumah Sakit Umum Daerah vertikal Sulbar dr. Fatima, mempercepat pengadaan alat kesesehatan yang hingga kini belum tuntas.
"Proyek pengadaan alkes harus tuntas. Jangan sampai proyek ini tidak dikerjakan, sehingga membuat kerugian dananya akan dikembalikan ke kas negara," ungkap Gubernur Anwar di Mamuju, Senin.
Keterlambatan proyek Alkes ini harus menjadi tanggungjawab pihak Dirut RSUD untuk bisa menyelesaikan sesuai dengan kontrak kerja, katanya.
"Saya sudah tegur direktur RSUD Sulbar untuk mendesak rekanan yang memenangkan proyek Alkes untuk mempercepat proses pengadaan alat kesehatan tersebut sesuai dengan kontrak," ujar Anwar.
Gubernur mengemukakan, persoalan pengadaan alkes menjadi salah satu isu nasional yang menuai sorotan dari publik.
Karenanya, kata Anwar, pihak Dirut RSUD harus meneliti barang pengadaan alkes yang akan dimasukkan oleh rekanan proyek, jangan sampai tidak sesuai dengan alat yang dibutuhkan.
"Kalau barangnya tidak sesuai dengan petunjuk yang disepakati, maka saya minta pihak RSUD menolak pengadaan barang tersebut karena akan berakibat buruk, bahkan lebih terburuk lagi kalau menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)," jelasnya.
Gubernur mengakui, anggaran pengadaan alkes itu tidak muda didapatkan karena dirinya harus rela mengemis untuk mendapatkan mata anggaran dari pemerintah pusat untuk pelaksanaan pembangunan daerah ini.
"Saya pasti kecewa jika proyek Alkes ini tidak tuntas karena akan jadi sorotan keras dari publik dan ini tidak boleh terjadi, " ungkapnya.
Ia meminta, direktur RSUD Vertikal Sulbar segera mengevaluasi pelaksanaan program pembangunan diinstansinya dengan merealisasikan seluruh anggaran yang didapatkan rumah sakit itu termasuk pengadaan Alkes yang menelan anggaran hingga Rp16 miliar.
"Saya minta agar program pengadaan Alkes yang terlambat segera dituntaskan dan tidak boleh ada temuan dalam pelaksanaannya, semua kebutuhan Alkes harus direalisasikan sesuai petunjuk teknis dan hindari penyelewengan," katanya.
Sementara itu, Direktur RSUD Sulbar, Fatimah, mengatakan, anggaran untuk program pengadaan Alkes belum direalisasikan di RSUD Vertikal Sulbar, karena terlambat ditenderkan.
"Memang sudah seperti ini setiap tahun pengadaan Alkes selalu terlambat karena terlambat ditenderkan menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat mengenai penggunaan anggarannya," katanya.(T.KR-ACO/S016)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
