
Penjual Ayam Kampung Padati Pasar Tradisional Makassar

Makassar (ANTARA News) - Penjual ayam kampung dari berbagai kabupaten di Sulawesi Selatan, memadati sejumlah pasat tradisional di Makassar, sepeti pasat Toddopuli, Terong, Pa'baengbaeng dan pasar Daya, Selasa.
Penjual yang umumnya pedagang dadakan menjajakan dagangannya menggunakan sepeda motor dan keranjang yang berisi sekitar 20 hingga 30 ekor ayam.
Salah seorang pedagang asal Libung, Kabupaten Gowa, Dg Rewa, mengatakan banyaknya pedagang ayam kampung dari Gowa, Maros, Takalar, dan Pangkep, membuat harga ayam bervariasi dan stok tidak cepat habis.
"Banyak pembeli, tetapi penjual juga cukup banyak. Rata-rata baru hari ini mereka berjualan disini," ucap pria yang memiliki dagangan 25 ekor ayam yang dibeli dari tetangganya di Limbung.
Ia memasang harga ayam bervariasi yakni Rp130 ribu yang paling besar hingga Rp50 ribu/ekor yang kecil.
Bukan cuma ayam kampung yang diserbu, pembeli juga berdesak-desakan di tempat penjualan ayam potong dan daging.
Bahkan, menurut salah seorang penjual ikan di Pasar Toddopuli, Arsyad, ia sudah dua hari beralih jadi pedagang ayam potong mengigat permintaan yang sangat tinggi.
"Disini dulu semuanya penjual ikan, hanya dua yang menjual daging. Memang selalu begitu saat mau lebaran," ucapnya.
Pantauan di ditempat khusus penjual ikan, sudah ada empat penjual ayam potong dan sembilan penjual daging sapi.
Harga ayam potong, termasuk jualan Arsyad juga terbilang mahal yakni sekitar Rp45 per ekor/13 ons dibanding harga sebelumnya yakni sekitar Rp25 ribu. (T.pso-099/S016)
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
