Logo Header Antaranews Makassar

2011 Semua Ruas Jalan Desa Bantaeng Beraspal

Rabu, 15 Desember 2010 07:57 WIB
Image Print

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah berharap semua ruas jalan di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, termasuk jalan desa sudah beraspal untuk memperlancar arus komoditi dari lokasi produksi ke pasar tujuan.

Hal itu dikemukakan Bupati Nurdin Abdullah ketika melakukan pertemuan silaturahmi dengan masyarakat Kaloling, Kecamatan Gantarangkeke, di bantaeng, Rabu.

Pertemuan silaturahmi yang dilangsungkan di balai desa setempat dihadiri tokoh masyarakat, Asisten I Muslimin Maharang, Kepala Bappeda Zainuddin Tahir, Kadis PU dan Praswil Arsyad Borahima, Kadis Pertanian dan Peternakan Syamsul, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Meyriyani, Kepala Bapedalda Asaduddin, Kepala Ketahanan Pangan Suharini Harsoyo, Staf Ahli bidang pertanian Dr Mokhtar Nawir dan sejumlah pejabat lainnya.

Selain melakukan dialog, Bupati bersama rombongan juga menyaksikan ruas jalan Tombolo-Kaloling serta poros Jampea-Dampang yang dapat menghubungkan sejumlah desa.

Kedua poros jalan tersebut kini masih jalan tanah. Bahkan pada poros Tombolo-Kaloling terlihat masih berkubang. Karena itu, bupati berharap kepada dinas terkait agar memasukkan ke dua jalan tersebut ke dalam program 2011.

Selain meninjau jalan, rombongan para petinggi kabupaten tersebut juga melihat rencana pembangunan kelistrikan dan masjid di Kampung Jatia, Desa Kaloling, Kecamatan Gantarangkeke.

Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah mengatakan, dialog dan kunjungan lapangan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan masyarakat Kaloling di rumah jabatan Bupati Bantaeng, pekan sebelumnya.

Ia berharap, seluruh komponen masyarakat tetap bersatu dan tidak mudah terpecah hanya karena persoalan dukung-mendukung dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).

"Seluruh komponen harus memberi perhatian terhadap komitmen persatuan untuk membangun Bantaeng. Jangan mau terkotak-kotak hanya karena Pilkades karena hal itu hanya proses. Bukan tujuan. Kalau kita tetap bersatu, pembangunan tak akan sulit," tandasnya.

Pemda sendiri akan lebih mudah memberi perhatian terhadap potensi daerah yang ada. Ia kemudian memberi contoh dana sektor pertanian untuk 2011 sebesar Rp16 miliar.

Dana sebesar itu akan langsung diberikan kepada masing-masing kelompok. Demikian pula dengan sejumlah proyek kecil yang akan dikerjakan PNPM. Pembagian pekerjaan sangat penting sebab pembangunan tak lagi bisa dilakukan dengan teori karena masyarakat butuh bukti.

Itulah sebabnya, Pemda menurunkan personil lengkapnya, termasuk Bapedalda Ketahanan Pangan, PU dan Bappeda untuk melihat kekurangan dan kendala di lapangan.

Untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, Pemda juga sudah membentuk Badan Usaha Milik Desa (Bundes) yang siap menyerap produksi masyarakat. Bundes juga bekerjasama Resi Gudang untuk mengantisipasi jatuhnya harga komoditi milik petani, urainya. (T.pso-102/F003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026