Logo Header Antaranews Makassar

1.198 Penjahat Jalanan Diamankan Polisi

Senin, 16 Februari 2009 17:54 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA Sulsel) - Sebanyak 1.198 pelaku kejahatan jalanan (stret crime) berhasil diamankan jajaran Mapolda Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) pada saat digelar operasi 'stret crime' secara serentak di seluruh Indonesia November hingga Desember 2008 lalu.

Direskrim Mapolda Sulselbar Kombes Pol Wahyu Indra Pramugari didampingi Kasat I Ditreskrim AKBP Setiadi, di Makassar, Senin, mengatakan, operasi itu dilakukan untuk menekan angka kejahatan jalanan yang cenderung meningkat.

Program ini merupakan program dari Kapolri yang diteruskan ke jajarannya, Polda, Polwiltabes, Poltabes, Polres dan Polsek. Tujuan dilaksanakan operasi kejahatan jalanan ini untuk memberikan rasa aman, tertib dan damai menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden dan Wakil Presiden 2009.

"Keluhan dan laporan masyarakat soal kejahatan jalanan banyak yang masuk ke kantor polisi. Ini mengindikasikan bahwa masyarakat terganggu dengan kejahatan ini," katanya.

Sasaran utama operasi ini antara lain copet, jambret, rampok jalanan, preman yang memeras, congkel spion mobil dan kejahatan yang biasa terjadi di tempat umum.

Wahyu menjelaskan, hasil operasi premanisme yang dilakukan Polda dan jajarannya tercatat sebanyak 202 kasus, 1198 berhasil ditangkap, 322 yang dilakukan penahanan dan 970 tersangka diberikan pembinaan.

Untuk jenis kejahatan yang dilakukan sebanyak 970 kasus preman jalalanan, 115 kasus perjudian, dua kasus pencurian dan kekerasan (curas) serta 66 kasus lainnya.

Barang bukti yang berhasil diamankan, uang sebanyak Rp 137, 883 juta, satu buah senjata api (senpi) yang diamankan dari wilayah hukum Polresta Maros, 37 buah senjata tajam (sajam), 164 kendaraan bermotor (ranmor) dan 116 barang bukti lainnya. (T.PK-MH/Z002)