Logo Header Antaranews Makassar

Potret Prestasi Olahraga Sulsel

Kamis, 23 Desember 2010 13:04 WIB
Image Print
Syarifuddin May (FOTO ANTARA/Dok)

Makassar (ANTARA News) - Hasil gemilang ditorehkan atlet Sulawesi Selatan yang membela kontingen Indonesai di Asian Games Goangzhau China 2010, jadi tolok ukur prestasi daerah ini menyongsong PON 2012 di Riau.

Delapan dari 10 atlet Sulsel yang memperkuat Kontingen Indonesia di Asian Games sukses meraih tiga medali emas, tiga perak dan dua perunggu, sekaligus sebagai kado akhir tahun bagi prestasi olahraga naisonal, khususnya Sulawesi Selatan yang kini terus menggenjot prestasi atlet menghadapi PON 2012.

Tiga medali emas yang direbut atlet Sulsel di Asian Games Goangzhau melalui Anwar Tarra dan Alkarmani di nomor lomba perahu naga, sedangkan tiga medali perak direbut atlet putri di nomor lomba yang sama melalui pendayung Suhartati dan Salwiah.

Sementara dua perunggu dipersembahkan karateka nasional Faizal Zainuddin di nomor Kata perorangan dan satu medali perunggu lainnya dipersembahkan trio petakraw putri Nur Qadriyanti, Jumasiah dan Hasmawati.

"Kendati tiga medali emas dari nomor perahu naga beranggotakan 20 orang, namun hasil itu sudah jadi gambaran untuk meraih sukses di nomor perorangan cabang dayung di PON mendatang," kata Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Sulsel Ad'dien.

Sementara Faizal yang merebut perunggu Kata perorangan, hingga kini masih yang terbaik nasional, bergitu pula dengan trio sepak takraw putri berpeluang mempertahankan medali emas PON mendatang.

"Jika melihat peta kekuatan prestasi nasional saat ini, maka dengan hasil 30 medali emas yang diraih atlet Sulsel di berbagai kejurnas sepanjang 2010 sangat memberi harapan kontingen daerah ini minimal bisa mempertahankan peringkat ke enam pada PON di Riau," ujar Ad'dien.


Program Sulsel Maju


KONI Sulawesi Selatan kini mempersiapkan atlet menghadapi Pra PON 2011 dengan melakukan seleksi tahap awal sebanyak 300 orang di kampus Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negara Makassar (UNM), Rabu (22/12).

Atlet yang mengikuti tes fisik tersebut berasal dari dua program pembinaan dan peningkatan prestasi yakni Program Atlet Andalan Sulsel (PASS) yang dibina KONI dan Program Atlet Unggulan Sulsel (PAUSS) di bawah kendali Pemprov Sulsel sebanyak 102 orang dan sisanya dari berbagai cabang olahraga.

"Atlet dari dua program pembinaan tersebut digabung menjadi satu dalam "Program Sulsel Maju" menghadapi Pra PON yang sudah diambang pintu," ujar Wakil Ketua Umum KONI Sulsel Andi Marzuki Wadeng pada diskusi olahraga akhir tahun dengan SIWO setempat.

Menurut Marzuki, harapan untuk meraih hasil terbaik di PON mendatang ada pada 25 atlet Sulsel yang kini berada di Pelatnas SEA Games 2011.

"Kita yakin 25 atlet yang berada di Pelatnas tersebut, termasuk sembilan atlet karate bisa meraih medali emas di PON mendatang, khususnya di cabang olahraga perorangan yang masuk prioritas pertama dalam Program Sulsel Maju," ujarnya.

Atlet yang masuk program ini rata-rata berusia 20 tahun, sebagai antisipasi pembatasan umur atlet oleh PB PON 2012. Sebab itu, atlet yang dipersiapkan menuju Pra PON adalah mereka yang berusia antara 19-21 tahun, sehingga pada saat PON berlangsung mereka baru berusia 23 tahun.

Pada PON 2008 di Kaltim, Sulsel menempati peringkat ke enam dengan hasil 25 medali emas, 28 perak dan 23 perunggu. "Namun karena adanya pengurangan nomor pertandingan maupun cabang olahraga, maka Sulsel dipastikan kehilangan lima medali emas, masing-masing tiga dari dansa yang tidak dipertandingkan dan dua dari nomor renang indah akibat pengurangan nomor perlombaan.

Sementara untuk program pembinaan jangka panjang, KONI Sulsel menjaring 200 atlet dari pekan olahraga daerah (Porda) pada November 2010.

Atlet yang direkrut dari Porda tersebut rata-rata berusia muda yang diharapkan menjadi andalan pada PON 2016, ujar Ad'dien.

Beberapa cabang olahraga yang masuk prioritas pertama adalah nomor perorangan antara lain karate, anggar, atletik, judo, pencak silat, balap sepeda, renang indah, sepak takraw, kempo, dayung, layar, selancar angin, senam, ski air, dan panjat tebing, kata Wakil Sekretaris KONI Sulsel Nukhrawi Nawir. (T.S016/H-KWR)



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026