
Mayat Korban KM Teratai Prima Tinggal

Makassar (ANTARA Sulsel) - Kondisi jasad korban KM Teratai Prima yang karam di perairan Majene, Sulawesi Barat (11/1) sudah tidak teridentifikasi lagi oleh penglihatan kasat mata karena hanya menyisakan tulang belulang.
Kabid Dokkes RS Bhayangkara, Kombes Pol dr Budyo Prasetyo didampingi Ketua Disaster Victim Identification (unit pengenalan jenazah) AKP dr Mauluddin, di Makassar, Rabu, mengaku jika korban memang salah satu penumpang KM Teratai Prima.
"Berdasarkan ketentuan masa pencarian pasif diduga jasad tersebut adalah korban KM Teratai Prima dan harus dibuktikan dengan fakta-fakta petunjuk," katanya.
Pada saat ditemukan oleh warga, lanjut dr Mauluddin, jasad tersebut tertutupi lumut-lumut dan karang.
Jasad yang hanya menyisakan tulang belulang pada bagian kaki, tangan dan kepala ini sudah tidak bisa lagi diketahui jenis kelaminnya jika dilihat secara kasat mata dan hanya menyisakan sedikit daging pada bagian perut.
"Kami sudah tidak dapat mengenalinya secara sepintas namun setelah dilakukan otopsi dan 'rongtjen' pada struktur tulangnya diketahui jika jasad tersebut berjenis kelamin perempuan," ujarnya.
Menurutnya, setelah dilakukan autopsi dan rontgen diketahui jika ciri-ciri 'ante mortemnya' (data-data jazad) tinggi sekitar 145-153 centimeter, dan usia diperkirakan sekitar 18-23 tahun.
"Data-data ante mortem seperti tinggi badan dan perkiraan usia sudah bisa diperkirakan sedangkan beberapa petunjuk lainnya masih harus dicocokkan dengan post mortem (data-data kehidupan) sebelum naik ke kapal," ujarnya.
Selain petunjuk post mortem dan ante mortem, kata dokter forensik, petunjuk lain yang bisa diberikan yakni lingkar celana panjang merk 'croft 8 barrow stretch'. Dirinya mengharapkan kepada siapa saja yg menjadi keluarga korban bisa berhubungan dengan pihak RS Bhayangkara.
Sebelumnya, KM Teratai Prima karam disekitar perairan Majene, Kabupaten Majene, Sulbar, Minggu (11/1) dengan mengangkut penumpang sekitar 269 orang. Dari 269 penumpang sebanyak 172 masuk dalam daftar manifes dan 17 lainnya anak buah kapal (ABK).
Pencarian korban KM Teratai Prima yang dilakukan tim Search and Rescue (SAR) gabungan selama 10 hari tersebut berhasil menemukan 44 korban. 35 korban dinyatakan selamat dan sembilan lainnya tewas.
(T.PK-MH/Z002)
