Logo Header Antaranews Makassar

Studi Banding DPRD Perlambat Seleksi KIP Sulsel

Selasa, 4 Januari 2011 20:47 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Studi banding dan reses Komisi D DPRD Sulawesi Selatan 7-17 Januari ikut memperlambat seleksi uji kepatutan dan kelayakan 12 calon anggota Komisi Informasi Publik setempat.

"Tidak mungkin seleksi dilaksanakan tanggal 10, karena ada reses pada 7 sampai 12 2011. Komisi D memiliki agenda yang sudah terjadwal sampai tanggal 17," kata Wakil Ketua Komisi D DPRD Sulsel, HM Amir Uskara saat rapat kerja dengan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Sulsel, dan Panitia Seleksi (Pansel) KIP dari kalangan akademisi, di Makassar, Selasa.

Kepala Dishubkominfo Sulsel, Masykur A Sulthan bersama dua anggota Pansel KIP, Ikbal dan Rahmi, menginginkan agar uji kepatutan dan kelayakan kandidat KIP Sulsel dilaksanakan secepatnya, mengingat tahapan seleksi sudah berjalan tujuh bulan.

Sebelumnya gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo menyebutkan pelantikan Komisioner KIP akan dilakukan bersamaan dengan pelantikan Komisioner KPID yang sudah sekitar tiga bulan lalu terpilih setelah uji kepatutan dan kelayakan dengan Komisi A.

Ikbal menyebut, Pansel menyodorkan 34 nama peserta tes psikologi dan dinamika kelompok serta tes wawancara disertai bobot penilaian masing-masing calon kepada gubernur Sulsel, yang kemudian mengumumkan 12 nama untuk di seleksi terakhir oleh DPRD.

Ia juga memastikan jika semua kandidat bersih dan tidak ada yang titipan, serta memiliki kualitas dan kapasitas untuk menjalankan Undang Undang KIP, disamping terbebas dari intervensi partai politik.

"Ada salah satu calon yang masih tercatat sebagai sekretaris salah satu parpol, namun sudah membuat pernyataan diatas kertas bermaterai bahwa dia akan mudur dari parpol jika terpilih," ucapnya.

Sementara anggota Pansel lainnya, Rahmi memberi pertimbangan kepada Komisi D agar lima komisioner KIP yang terpilih nantinya dari berbagai bidang.

"Harus ada Sarjana Hukum satu karena ini lembaga baru yang masih butuh pengkajian, harus juga ada orang lapangan dan akademisi," ujarnya.

Dari 12 kandidat KIP Sulsel terdapat mantan Ketua dan Anggota KPID Sulsel, Drs Aswar Hasan dan Muh Hidayat Nahwi Rasul, mantan Anggota DPRD Sulsel dari Fraksi PPP, Prof Dr Jalaluddin Rahman, dan mantan Ketua Panwaslu Kota Makassar, Abdul Haeba Ramli.

Selanjutnya, A Risma Dewi Endriana Djajadi, Alamsyah SH, Andi Ardin SH, Harry Hamsah SH, Drs Asnawin, Mattewakkan, Muhammad Ali SS MSi, Rayudaswati Budi SSos MSi.
(T.KR-AAT/S016)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026