Logo Header Antaranews Makassar

Abrasi di Simboro Mamuju Capai 20 Meter

Minggu, 6 Februari 2011 20:50 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA News) - Abrasi pantai yang ada di Kelurahan Simboro Kecamatan Simboro Kepulauan Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat mencapai 20 meter.

Anca, salah seorang warga di Mamuju, Minggu, mengatakan abrasi yang melanda pesisir pantai di Kelurahan Simboro Kecamatan Simboro Kepulauan sekitar 500 meter dari pelabuhan ferry Simboro telah terjadi beberapa tahun terakhir dan abrasi itu telah mencapai sekitar 20 meter.

Ia mengatakan, beberapa tahun lalu pesisir laut pantai di Kelurahan Simboro yang berada di depan kompleks perkantoran gubernur Sulbar yang jaraknya sekitar satu kilometer, sebelumnya adalah jalan setapak yang sering dilalui warga.

Di pesisir pantai itu juga terdapat kuburan masyarakat.

Namun , kata dia, semenjak abrasi pantai terus terjadi hingga mencapai 20 meter ke daratan, jalan setapak itu kini berubah menjadi laut begitu juga dengan kuburan masyarakat juga sudah berubah dan sudah ada di bawah laut akibat abrasi itu.

"Rumah warga yang sebelumnya menghadap ke laut di pesisir pantai Simboro karena di depannya adalah jalan setapak, kini berubah arah karena sudah membelakangi jalan setapak tersebut akibat jalan setapak itu berubah menjadi laut,"katanya.

Ia mengatakan, saat ini abrasi yang mencapai 20 meter sudah tepat berada dibelakang rumah penduduk yang sebelumnya jaraknya jauh dari pantai.

Sekitar 15 perumahan penduduk di daerah itu sudah terancam akan dihancurkan gelombang pasang yang datang dari perairan sulawesi akibat cuaca ektrim.

"Rumah warga yang terancam itu sudah rusak dibagian belakannya, setelah dihantam gelombang pasang setinggi dua meter dari perairan Sulawesi. Namun mereka tidak berdaya untuk mengunsi dan meninggalkan tempat pemukiman mereka yang terancam dan sebagian rusak itu, karena tidak memiliki tempat tinggal lain,"katanya.

Menurut dia, masyarakat awalnya banyak bermukim di wilayah itu mencapai puluhan rumah namun karena abrasi yang terus terjadi masyarakat itu secara berangsur-angsur banyak yang telah berpindah dan meninggalkan tempatnya itu.

Ia mengatakan, kondisi itu sangat memprihatinkan karena tidak pernah ditangani pemerintah kabupaten Mamuju, karena tidak pernah ada program pembangunan kabupaten Mamuju yang membangun tanggul untuk melindungi masyarakat dari ancaman abrasi pantai di Simboro ini.

"Sudah bertahun tahun pantai Simboro dihantam abrasi namun tidak pernah diperhatikan Pemkab Mamuju sehingga masyarakat hanya bisa pasrah karena gelombang pasang terus mengancam mereka,"katanya. (T.KR-MFH/Y006)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026