Logo Header Antaranews Makassar

Pemkot Makassar dan BBWS Pompengan bahas solusi atasi banjir

Sabtu, 13 Maret 2021 17:45 WIB
Image Print
Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto (tiga kiri) bersama Kepala BBWS Pompengan Jeneberang Adenan Rasyid (tiga kanan) beserta jajarannya menunjukkan peta lokasi penanganan banjir disela koordinasi di kediaman pribadi wali kota, Jalan Amirullah, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (13/3/2021). FOTO/HO/Humas Pemkot Makassar.

Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kota Makassar bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan-Jeneberang melakukan koordinasi membahaa solusi mengatasi masalah banjir yang terjadi setiap tahun di sejumlah titik di kota itu.

"Saya baru saja koordinasi dengan Balai Pompengan, kami mengklarifikasi dan mengkonfirmasi kesamaan pandangan soal banjir," ujar Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto usai pertemuan di kediaman pribadinya di Jalan Amirullah Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu.

Tercatat ada dua wilayah kecamatan yang menjadi langganan banjir saat puncak musim hujan seperti di Blok 8 dan 10 Perumnas Antang serta Perumahan Swadaya, Kecamatan Manggala. Selanjutnya di Perumahan Kodam III, Paccerakkang dan sekitarnya di Kecamatan Biringkanaya.

"Tadi kami sepakat ada dua titik banjir yang kronis yakni di Pacerakkang dan Antang. Di Paccerakkan itu disebabkan dangkalnya sungai Biring Je’ne yang biasa juga disebut dengan sungai Bangkala," ungkap pria akrab disapa Danny Pomanto itu.

Untuk penanganan khusus di pemukiman Kodam III dan sekitarnya, rencana akan dibuat kolam regulasi seluas 50 hektare, berlokasi masuk di wilayah Kabupaten Gowa.

Sedangkan langkah awal penanganan banjir di Kecamatan Biringkanaya, Pemkot Makassar, segera bergerak menurunkan alat berat di sungai Biring Je'ne dibawah pengawasan Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang.

"Kami sudah sepakat. Langkah awal paling cepat memperdalam dan tetap berkordinasi dengan balai. Setidaknya, ada usaha nyata untuk masyarakat, " katanya.

"Sementara, untuk penanggulangan banjir di Antang itu kami akan membuat kanal. Tapi, langkah awal kita akan buat garis air disana, dan tetap berkordinasi camat dan perumahan-perumahan di sekitarnya,” tambah Danny.

Selain dua rencana itu, kata dia, pihaknya segera membuat tim penanggulangan banjir yang tersusun dari Pemkot Makassar, Balai Besar Sungai Wilayah Pompengan Je’neberang beserta pihak Provinsi Sulawesi Selatan.

Sementara Kepala BBSW Pompengan Jeneberang, Adenan Rasyid mengemukakan hasil rembukan untuk mencari solusi penanganan banjir dari Pemkot Makassar, ternyata sejalan dengan konsep rencana kerja balai, sehingga segera ditindaklanjuti dengan mengecek di lapangan apa saja yang dibutuhkan.

"Program kita sejalan dengan program pak Wali. Kita sudah ada petakan dan melihat solusinya. Segera kita ke lapangan untuk mengeksekusi. Kita rencanakan juga membuat Kolam Regulasi dinamai Jambua dengan luasan sekitar 50 hektare," kata dia.

Mengenai langkah eksekusinya, Adenan menambahkan, pihaknya segera menetapkan pengerjaan untuk jangka pendek dulu, sambil mendetailkan dan menyusun jadwal pengerjaan untuk jangka panjang.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026