
RS Labuang Baji Kurang Antisipatif Hadapi Pemadaman

Makassar (ANTARA News) - Manajemen Rumah Sakit Labuang Baji, Makassar kurang antisipatif menghadapi pemadaman listrik, padahal penerangan merupakan kebutuhan utama fasilitas kesehatan tersebut.
"Seharusnya manajemen menyiapkan fasilitas untuk layanan kesehatan ini berepa alat penerangan misalnya genset untuk mengantisipasi terjadinya pemadaman," kata Badan Pekerja Lembaga Studi Kebijakan Publik Salma Ruslan di Makassar, Rabu.
Menurut dia, setiap fasilitas umum apalagi RS harus menyediakan cadangan penerangan, jika listrik padam. Alasannya, karena untuk menangani pasien perlu penerangan yang baik, apalagi jika dalam kondisi sedang operasi atau di tangani di ruang tindakan.
"Selain itu, RS yang rawan terjadi tindakan kriminal seperti pencurian dapat memanaatkan pemadaman listrik untuk melakukan aksinya," katanya.
Sistem kelistrikan Sulselbar mengalami pemadaman meluas selama dua jam lebih mulai pukul 20.40 Wita, Selasa (15/2).
Pada saat itu, sebagian besar pasien masih menerima penjenguk dan aktivtas rumah sakit masih berlangsung, namun tiba-tiba lampu listrik padam.
Menurut Muhtar, salah seorang satpam RS itu, pihak RS memiliki genset namun terbatas penggunaannya yakni di lokasi tertentu saja seperti ruang operasi.
Namun kenyataannya, tak ada satupun ruangan di RS Labuang Baji yang menyala selama pemadaman listrik tersebut.
Menanggapi hal tersebut, pihak pengelola RS Labuang Baji enggan berkomentar. Sementara menurut salah seorang staf kantor RS itu, Direktur RS Labuang Baji tidak berada di tempat saat akan dikonfirmasi. (T.S036/S016)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
