
Kritik Publik Jadi Bahan Buku Bupati Luwu

Makassar (ANTARA News) - Maraknya kritik publik terhadap kinerja pemerintahan justru dijadikan Bupati Luwu, Andi Muzakkar, sebagai bahan pembuatan buku yang berjudul "Meniti Ombak Pemerintahan Burbuih Cacian."
Andi Muzakkar saat peluncuran bukunya di Makassar, Sabtu, mengatakan, buku tersebut mengisahkan bagaimana dinamisnya proses kritis masyarakat Luwu terhadap dirinya dalam satu tahun pemerintahannya.
"Saya tidak ingin berbangga hati dengan peluncuran buku ini, tapi dengan hadirnya ini, masyarakat bisa lebih tahu walau dengan berbagai cacian, saya tetap berupaya membangun Luwu hingga maju. Tidak mudah membangun Luwu, setiap kesalahan kita selalu diawasi oleh orang Luwu yang memang terkenal kritis," ujarnya.
Dia berharap kehadiran buku ini bisa memacu elemen pemerintahan untuk terus berkarya karena kritikan dalam suatu pemerintahan adalah sesuatu yang wajar dan harus diterima positif.
Anak kandung mantan pejuang zaman penjajahan Kahar Mudzakkar tersebut mengaku buku setebal 228 halaman tersebut bisa dijadikan panduan untuk mengetahui Luwu secara umum dan perkembangannya kini.
Menurut Politikus Golkar Armin Mustamin Toputiri saat membedah buku tersebut, judul buku yang mengambarkan cacian, membuat mata terbuka jika memang saat ini sedang terjadi polemik caci maki dalam menjalankan pemerintahan.
"Saat ini memang tidak bisa dipungkiri, bukan hanya pemerintah, bahkan politisi yang menjabat sebagai legislator pun tidak lepas dari caci maki masyarakat," ujarnya.
Menurutnya, itu sedikit banyaknya telah membuat kita sadar akan hadirnya budaya caci maki ini.
Hal serupa juga diungkapkan pengamat sosial politik pemerintahan Universitas Hasanuddin, Aswar Hasan. Menurutnya, buku ini menghadirkan cara pandang baru pemerintahan atas fenomena kritik sosial yang marak terjadi saat ini.
Buku pertama karya Andi Muzakkar tersebut diterbitkan Citra Pustaka Yogyakarta dengan pengantar Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo yang isinya mencakup 33 bab dari berbagai prospeksi pemerintahan. (T.KR-AAT/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
