
Bantaeng Kembangkan Bibit Inpari-6

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Setelah mengembangkan bibit hibryda dan berbagai jenis bibit padi lainnya, Pemda Kabupaten Bantaeng kini mengembangkan bibit Inpari-6 yang menghasilkan beras berkualitas super.
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah mengatakan hal itu pada peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Masjid Nurul Ihsan Katabung, Desa Pattaneteang, Bantaeng, Jumat.
Menurutnya, Inpari-6 memiliki aroma khas yang harum serta sangat pulen dan tidak mudah basi dibandingkan membramo yang sudah dikenal selama ini. Bibit yang dikembangkan dari membramo ini juga memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi.
Staf ahli Bupati Bantaeng Bidang Pertanian Dr Mokhtar Nawir mengakui, dari hasil uji coba yang dilakukan menunjukkan peningkatan 40 persen. Hasil panennya kemudian ditangkar kembali dan dikembangkan di areal 10 Ha di Panaikang, Kecamatan Bissappu.
"Kini hasil pengembangan itu sudah dikembangkan masyarakat," jelas Mokhtar Nawir yang optimistis jenis ini akan meningkatkan pendapatan masyarakat, selain 20 jenis lainnya yang sudah ditangkar Pemda Bantaeng.
Bupati Bantaeng mengatakan, untuk meningkatkan produksi pertanian, khususnya padi, pemerintah sebaiknya tidak lagi memberikan bibit gratis yang tidak berkualitas.
"Lebih baik Pemerintah Pusat memberikan dalam bentuk dana yang dimasukkan dalam Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pada memberikan bibit gratis tapi tingkat kesuburannya rendah," ucapnya.
Ia kemudian mengemukakan pentingnya melakukan penangkaran sendiri agar diperoleh bibit berkualitas, tentu melalui proses teknologi, tambah Bupati yang bertekad menjadikan Bantaeng menjadi pusat benih berbasis teknologi.
Bantaeng harus terus melakukan inovasi untuk menyiasati keterbatasan lahan, urainya lagi.
Menanggapi pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilakukan masyarakat Katabung, Desa Pattaneteang, ia berharap tak hanya melakukan peringatan dan silaturahim, tetapi lebih penting meneladani prilaku Nabi Muhammad SAW.
Salah satu teladan yang harus dilaksanakan, terutama oleh pejabat adalah memperhatikan kondisi masyarakatnya. "Pantau kondisi masyarakat. Jangan sampai ada yang tidak makan," ujarnya.
Menjadi pemimpin harus memiliki kepekaan agar kita dapat menghilangkan ketertinggalan dari daerah ini. Ia juga mengingatkan, agar masyarakat menjaga pepohonan (hutan) yang ada karena ini merupakan sumber cadangan air.
"Tanpa pohon, air akan meluncur langsung ke sungai," terangnya. Untuk mempercepat produksi mencapai pasar, semua jalur jalan akan diaspal da diharapkan 2012 sudah rampung.
Perbaikan infrastruktur jalan sangat penting sebab potensi Bantaeng yang tersebar dari pesisir hingga ke gunung. Dengan potensi tersebut, masyarakat Bantaeng tidak layak miskin.
Di bidang kesehatan juga sudah disiapkan fasilitas tanggap darurat yang siaga 24 jam. Fasilitas yang dilengkapi 19 orang dokter dan 21 tenaga medis tersebut siap membantu masyarakat. "Cukup menelpon ke 113, bila ada yang sakit, ambulance yang dilengkapi dokter dan perawat tersebut akan segera meluncur," tambahnya.
Ustadz KH Arifuddin Lc yang membawakan hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW mengingatkan ummat Islam agar tidak terlena dengan perkembangan yang seringkali membuat kita lupa terhadap kehebatan Allah.
Kadang kita lebih sering memuji ciptakan manusia yang berhasil membuat bangunan mewah dan semacamnya, tapi kita melupakan keagungan Tuhan yang sudah menciptakan manusia dan alam semesta.
Bahkan, terkadang ada manusia yang diberi pangkat dan jabatan serta kekayaan yang menjadi sombong dan angkuh, padahal kita tak ada apa-apanya dihadapan Allah.
Karena itu, ia berharap masyarakat menghidupkan masjid dan tempat-tempat ibadah agar lebih banyak mengingat Allah. Nabi Muhammad sendiri mendapat gelar Al Amin karena kejujurannya sejak kecil.
Itulah sehingga ummat Islam diminta dapat meniru prilaku Nabi yang ditunjang dengan ahlak yang mulia, urainya. (T.KR-AAT/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
