Logo Header Antaranews Makassar

Desa Poboya Dipadati Pembeli Emas

Senin, 28 Februari 2011 10:59 WIB
Image Print

Palu (ANTARA News) - Desa Poboya di Kecamatan Palu Timur, Sulawesi Tengah, yang dulu sepi kini dipadati pembeli emas dari dalam dan luar daerah sejak beroperasinya penambambangan emas rakyat di daerah itu..

Fadli, seorang warga desa Poboya, Senin, mengatakan, sejak beroperasinya penambangan emas rakyat di wilayah itu, pembeli emas berdatangan ke wilayah itu.

Mereka tidak hanya dari Kota Palu, tetapi ada juga datang dari luar daerah seperti Gorontalo dan Sulawesi Selatan. Kebanyakan pembeli emas itu menyewa tempat kepada warga setempat untuk kegiatan usaha mereka.

"Pokoknya kurun dua tahun terakhir ini, banyak sekali pembeli emas yang membuka usahanya di sini," katanya.

Ia mengatakan, hampir sepanjang jalan menuju desa itu sudah banyak kios-kios pembeli emas.

Padahal, menurut dia, dulunya desa Poboya tampak sepi, tapi dalam kurun dua tahun terakhir suasana desa makin ramai karena kehadiran pedagang emas dan juga penambang.

Setiap hari dari pagi sampai malam hari, arus kendaraan yang mengangkut hasil tambang dari lokasi penambangan emas di kaki gunung Poboya ramai lalu-lalang di jalanan, katanya.

Syahrul, pembeli emas mengatakan, sebelumnya ia berdagang berbagai kebutuhan pokok di Palu. Tapi, sejak ada penambangan emas rakyat di Poboya, ia bersama beberapa pedagang lainnya membuka tempat usaha beli emas di sana.

"Ya saya hanya menyewa tempat dari penduduk setempat," katanya.

Menurut dia, setiap hari ia membeli 50 sampai 75 gram emas dari hasil penambangan rakyat itu.

Hal senada juga disampaikan Fajar. Ia mengatakan semua emas yang dibeli dari penambang dan pengusaha tromol dijual kembali ke pedagang emas perhiasan yang ada di Kota Palu.

Rata-rata pembeli emas di Poboya membeli emas dari penambang dan pengusaha tromol berdasarkan kualitas (kadar emas). Untuk kadar 50 seharga Rp198.000/gram, emas dengan kadar 60 dipatok Rp237.000/gram, dan emas kadar 80 mencapai Rp260.000 sampai Rp270.000/gram.

Sementara biji emas hasil penambangan rakyat tersebut dijual kembali kepada pedagang emas di Palu dengan harga cukup tinggi berkisar Rp395.000 sampai Rp440.000/gram sesuai dengan kualitasnya.(T.BK03/A023)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026